Evening Tea

Evening Tea

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 10, 2022
Sebagian orang suka meminum teh sambil menikmati matahari terbenam. Anak senja? Begitukah kata mereka pada manusia sejenis kita? Namun, bagi saya, kita cuma manusia tanpa memiliki embel-embel apapun. Manusia yang bernapas dengan oksigen dan tidak bisa bertahan hidup tanpa meminum cairan yang namanya dihidrogen monoksida. Manusia, si makhluk sosial yang terkadang menaruh rasa tidak suka ketika berkumpul bersama manusia lainnya. Iya, kita adalah manusia, satu-satunya makhluk yang bisa menghancurkan alam di bumi hanya dengan industri dan teknologinya. Di sini kita bakal mengagumi keindahan alam semesta, menengok ke dalam masyarakat dan terkadang cuma belajar menjadi seorang manusia yang sesungguhnya. Mari berbincang-bincang dan berdiskusi dengan saya.. ah, atau, kamu bisa mampir ke sini, kemudian membaca tanpa bertegur sapa juga tidak apa-apa. Axce di sini, selamat datang di Evening tea.
All Rights Reserved
#33
fakta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • KOS UJUNG GANG
  • RISE OF THE K (Completed)
  • About Alkaish
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Latte, Sun, Secrets (Ejen Ali x Bumi Series Tere Liye)
  • Dream Launch Project
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Hi Crush! (udah selesai)

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines