Sepatah, Dua Patah

Sepatah, Dua Patah

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 8, 2023
Aku ini tak pandai menulis, lagi merangkai kata. Tapi untukmu aku menulis, kurangkai kata. Kalau besok ada waktu luang, tolong sempatkan membaca suratku ini. Kalau tak ada waktu, tak apa-apa. Tapi surat ini kutulis untukmu, karenamu. Tolong sempatkan membaca. Tapi kalau tak ada waktu, tak apa-apa.
All Rights Reserved
#55
loveletter
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • REMEMBER
  • F.R.I.E.N.D
  • Kenapa kamu pergi? [ mewgulf ] END
  • Terjebak Nostalgia
  • dokter mafia tampan (End)
  • ZIO
  • Mencintai dalam diam
  • Shyam Diary

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines