KENAPA HARUS AKU? (ON GOING)

KENAPA HARUS AKU? (ON GOING)

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 13, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dinda yang merupakan anak pertama, yang akan menjadi harapan keluarga yang akan mengangkat derajat keluarga nya. Tapi disangka akan mulus ternyata tidak. Terutama setelah papahnya meninggal dunia. Seakan hancur hidup bagi keluarga kami. Senyum yang dulu selalu terpakir dibibir kini seakan sulit, dan tertawa hanya pura-pura. Akankah dia bisa dapat kebahagian yang sempat hilang dan senyumnya yang dulu bebas berekspresi akan kembali setelah dia menjalani kehidupan yang berat ini? Ditambah bertemu dengan seorang laki-laki yang difikir akan bisa menjadi sosok laki-laki yang bisa diandalkan pengganti papahnya tetapi malah hanya untuk memanfaatkan nya saja dan tidak dianggap ada oleh tetangga sekitar.
All Rights Reserved
#41
rese
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Yang Tak Bisa Bicara
  • ✔️Become The Main Character's Sister : Transmigration Story
  • My Son [END] ✔
  • Ciel Wiratama or Ciel Pradipta
  • Plot Twist Sang Figuran (TERBIT)
  • LUKA
  • Angger
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • RAHASIA SAMUEL  ✓ (SUDAH TERBIT)

Raka (16) tumbuh dalam keluarga yang berantakan setelah perceraian orang tuanya. Ibunya, Maya, semakin sibuk bekerja dan menjadi dingin, sementara ayahnya, Danu, menghilang tanpa kabar. Satu-satunya yang masih berbicara dengannya adalah adiknya, Nara (9), tapi Raka sendiri semakin menarik diri dari dunia. Di sekolah, dia pendiam dan tertutup. Sahabatnya, Jodi, mencoba mendekatinya, tapi Raka tak pernah benar-benar terbuka. Dia lebih suka menggambar-menuangkan semua yang tak bisa ia ucapkan ke dalam sketsa. Suatu hari, Raka menemukan surat lama dari ayahnya yang tak pernah sampai kepadanya. Surat itu berisi permintaan maaf dan harapan untuk bertemu kembali, tapi bagi Raka, semuanya sudah terlambat. Keadaan semakin memburuk ketika ibunya, dalam kemarahan, berkata: "Kalau kamu nggak pernah lahir, mungkin semuanya nggak seberantakan ini." Kata-kata itu menghancurkan hatinya. Sejak hari itu, Raka berhenti bicara. Dia semakin menjauh, hingga suatu malam, dia pergi dan tak pernah kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines