Zona Nyaman

Zona Nyaman

  • WpView
    Membaca 35
  • WpVote
    Vote 10
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadLengkap Sel, Mar 15, 2022
"kamu tau berjuang sendiri itu benar-benar melelahkan, kamu tau itu?" ucap seorang gadis berkerudung biru "iya aku tau" lelaki itu masih menundukan kepalanya "kamu tau itu semua kan, kamu pasti ngerti itu semua,, dan kamu gak pernah tau apa yang aku rasain dan aku alamin" ujarnya sambil menahan amarah. "selama ini aku selalu tahan selalu aku pendem semuanya, apa kamu tau itu? sedangkan kamu?" lanjutnya dengan menahan sesak di dadanya "iya aku egois, aku selalu ingin di mengerti, selalu aku yang salah, iyaiya aku, sekarang terserah kamu aku udah gk tau lagi" balasny dengan sedikit bentakan "kita udahin sampe sini, makasih buat semuanya" akhirny air mata sang gadis pun menetes dan pergi. lelaki itu hanya terdiam memperhatikan kepergiannya dengan raut wajah yang berantakan
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#492
hiburan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Arsyilazka
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Together
  • Trasmigrasi Queenzee
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • KEPERGIAN SENJA
  • It Always Has to Be You [On Going]

Izinkan aku mengungkap sesuatu hal yang menurutku penting, izinkan aku mengungkapnya untuk yang terakhir kali. Rasanya berat jikalau harus melupakan orang yang dulu selalu bersama kita, setelah semua yang kita lewati bersama, tapi apa boleh jika takdir tidak berpihak sama kita. Aku terlalu berlebihan mempunyai rasa yang lebih dari teman tapi kamu harus tau semua perhatian yang kamu beri itu menumbuhkan rasa yang lebih dari pada seorang teman, dan harapan aku sangat besar tentang perasaan kamu. Untuk yang terakhir kali dan semoga ini yang terakhir dan tidak ada lagi sosok aku dihidup kamu, maafkan aku telah menyukaimu lebih dari seorang teman, kenal kamu itu adalah sebuah anugrah disaat aku sudah tidak mau mengenal cinta lagi tapi kamu datang sebagai teman yang memberikan harapan lebih ke padaku. Rasanya campur aduk antara berterimakasih karena kamu datang atau maaf karena aku berlebihan, dengan melihat kamu yang sekarang bahagia diluar sana aku ikut senang. Jikalau suatu saat nanti kamu sudah bertemu dengan yang lebih sempurna taruhlah aku dibagian kecil ingatanmu, jadikan aku sebagai sejarah yang sering kamu pelajari setiap harinya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan