Zona Nyaman

Zona Nyaman

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 15, 2022
"kamu tau berjuang sendiri itu benar-benar melelahkan, kamu tau itu?" ucap seorang gadis berkerudung biru "iya aku tau" lelaki itu masih menundukan kepalanya "kamu tau itu semua kan, kamu pasti ngerti itu semua,, dan kamu gak pernah tau apa yang aku rasain dan aku alamin" ujarnya sambil menahan amarah. "selama ini aku selalu tahan selalu aku pendem semuanya, apa kamu tau itu? sedangkan kamu?" lanjutnya dengan menahan sesak di dadanya "iya aku egois, aku selalu ingin di mengerti, selalu aku yang salah, iyaiya aku, sekarang terserah kamu aku udah gk tau lagi" balasny dengan sedikit bentakan "kita udahin sampe sini, makasih buat semuanya" akhirny air mata sang gadis pun menetes dan pergi. lelaki itu hanya terdiam memperhatikan kepergiannya dengan raut wajah yang berantakan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Arsyilazka
  • Together
  • ALEZRA (Thank you for coming)
  • Boyfriend
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Tentang Kita (Selesai)
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines