Fealing In Love

Fealing In Love

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2022
"𝘈𝘯𝘢 𝘶𝘩𝘪𝘣𝘣𝘶𝘬𝘪 𝘧𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩" ucap seorang laki-laki "Hah?aapa?saya gak salah denger kak?atau saya halu?" Sahut Aleena terkaget-kaget "Tidak. Kmu tidak salah dengar dan tidak sedang halu. Saya memang menyukai mu sejak dulu" jelas laki-laki itu. "Eumm...terus?"-Aleena "Terus kamu harus jadi istri saya!!". "Apa? Istri? ahaha kmu bercanda yah?" "Tidak. Saya tidak bercanda besok saya akan meminang mu!!" "Dih.. ngelamar aja kaya orang ngajak ngopi aja bang" #Assalamualaikum teman-teman ini karya pertama ku yah semoga kalian suka. 🌿𝐀𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝐛𝐚𝐢𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐝𝐮𝐥𝐮 𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐛𝐚𝐜𝐚 (Dikarenakan aku masih pemula,kalau ada kesalahan dalam pengetikan atau istilah yang kurang tepat mohon dimaafkan ya kak) #Cerita ini asli pemikiran sendiri,mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, ataupun hal lainnya.
All Rights Reserved
#186
mencintaidalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • Sebuah Rasa
  • With You Until Jannah
  • RAKAALENA
  • Fall in love with Ghost
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • ANTARA
  • LENATHAN (hiatus)

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines