Memory
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 10, 2022
"Silla disini hanya ingin merubah pribadi sendiri tanpa harus menyakiti, akankah tuhan memberikan jalan itu?" angan yang diucapkan oleh Silla "Tak semua yang dipikirkannya itu menjadi titik kamu untuk menyerah." sepercihan harapannya yang lenyap oleh derasnya air laut "Kecewa karena semua itu?" lembaran baru yang menjadi satu jalan untuk membuka semuanya Pesan, jangan terlalu berharap akan ketidakpastian tetapi menjadikan kamu seseorang yang menjadi hal pasti kepada semua orang. Tetap berangan tetap bersatu hati, sakit perasaan hanya sesaat, tetap tegar untuk orang yang menjadi support kalian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • Dinar vs Si Kembar [Pindah ke DREAME]
  • My Mystery School [ Complited ]
  • Till I Meet You
  • Mystro {On Going}
  • Setelah Koma
  • Kutukan Tumbal
  • Kelas A [End]

Joevanny, Agnesta, Rei dan Indri, empat sahabat yang selalu menganggap sekolah hanya tempat menimba ilmu. Mereka tak pernah menyangka bahwa tempat dimana mereka belajar justru menyimpan teror mematikan. Guru-guru mulai bersikap aneh, memperingatkan mereka untuk berhenti "bermain-main." Lorong sekolah berubah jadi labirin penuh kegelapan dan teriakan bisu. Teror yang semakin nyata membuat semuanya kacau. Tak ada lagi jalan keluar, tak ada yang bisa dipercaya. Namun, di balik semua itu, ada rahasia gelap yang siap mengubah segalanya. Bisakah mereka keluar hidup-hidup? Atau selama ini, mereka hanyalah bagian dari permainan yang tak berujung? Ketika kepercayaan mulai runtuh, bisakah persahabatan mereka bertahan di tengah bayang-bayang kematian? Kini, hanya terdapat dua pilihan: melawan atau mati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines