Gang Sempit

Gang Sempit

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 1, 2022
"Rumput liar di jalan saja bisa tumbuh, apalagi manusia." Slogan yang selalu 7 bujang gang sempit genggam di dalam hidup mereka. Gang sempit merupakan sebuah kamera yang berbentuk kota. Dimana 7 manusia tinggal dengan karakter yang berbeda-beda. Semua kejadian terekam jelas dalam ingatan mereka bahwa gang sempit tempat mereka tumbuh menjadi dewasa. "Biarkan saja siang meninggalkan malam yang datang, namun ia selalu berjanji untuk kembali tiba walau tak saling berjumpa." - GANG SEMPIT - Tempat kita tumbuh menjadi dewasa yang sebenarnya.
All Rights Reserved
#52
tetangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • BALAS DENDAM! ✔
  • Satu Atap, Satu Hati
  • DREAM ✓
  • Dua cangkir satu Meja
  • [JaexDoxTae Fanfic] - Day Dream (FIN ✅)
  • Abang || Mark Lee [END]
  • Kanvas Kelabu ft. ITZY ot5 (END)
  • New Universe : Transmigration

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines