FRAME
  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 10, 2025
Kisah cinta sederhana 'Si mata teduh' dan 'Si paras bidadari' , dua dari milyaran manusia di dunia. Mereka dipertemukan oleh hujan, di lorong sempit pemisah bangunan perpustakaan pinggir kota dengan bangunan sebelahnya. Dan segala kesyahduan itu berubah ketika badai dari masa lalu menerpa mereka. Dikemas dengan penceritaan dramatis dari sudut pandang masing-masing tokoh pentingnya. Selamat membaca 😊
All Rights Reserved
#630
lukisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love my brother
  • Ada(Ra)Dewa [END]
  • BUNGA KEMBALI
  • Edelweiss In Braga
  • Ragashka [END]
  • The Last Birthday With You
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Dalam Rintik yang Sama

Cinta bukan paksaan, tapi cinta adalah takdir yang sudah ditentukan. Cinta ke orang yang di sayang bukan suatu panutan yang salah tetapi suatu pelajaran yang mungkin akan membawa kemasa depan. Cinta yang indah di harapkan tidak pernah terjadi di cerita ini, bagaimana pun cinta yang harusnya di usahakan disini harus direlakan. Setiap apa yang diambil bukan berarti itu yang benar semua di sini butuh keprosesan dalam sebuah hubungan, rahasia ikut menyertai kehidupan mereka sampai dimana ungkapan yang sungguh besar secara perlahan terungkap. Tapi sayang perasaan mereka masih tertahan dalam permasalahan yang terus menerjang. Bagaimana cinta yang dulu di harapkan kini hanya bisa menerima frekuensi yang telah di ambil. Ini kehidupan mereka sang adik yang mencintai kakaknya. **** Cerita ini tengah dalam REVISI Terimakasih yang sudah mampir kesini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines