TNI GANTENG S2

TNI GANTENG S2

  • WpView
    Reads 14,784
  • WpVote
    Votes 224
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 10, 2023
Aku menemukan calon istriku di wilayah Pak Imran di tugaskan, dan aku menikahinya akibat dijodohkan oleh ayahnya yang menginginkanku menjadi penerus perusahaannya. Namun walau begitu, aku masih berhubungan dengan Pak Imran. Kehidupanku masih saja diliputi oleh orang-orang yang berpengaruh bagiku. Aku masih di kelilingi oleh orang-orang berseragam. Bagaimanakah kisah ku setelah menikah? Apakah aku bisa bebas dari bayang-bayang masalaluku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • You Are Not My Lover
  • about Raya (Sudah Terbit)
  • Cintai Aku Sebentar Saja
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Shaffira ✔ (KBM & KARYAKARSA)
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines