TNI GANTENG S2

TNI GANTENG S2

  • WpView
    Reads 14,754
  • WpVote
    Votes 223
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 10, 2023
Aku menemukan calon istriku di wilayah Pak Imran di tugaskan, dan aku menikahinya akibat dijodohkan oleh ayahnya yang menginginkanku menjadi penerus perusahaannya. Namun walau begitu, aku masih berhubungan dengan Pak Imran. Kehidupanku masih saja diliputi oleh orang-orang yang berpengaruh bagiku. Aku masih di kelilingi oleh orang-orang berseragam. Bagaimanakah kisah ku setelah menikah? Apakah aku bisa bebas dari bayang-bayang masalaluku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are Not My Lover
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • Cintai Aku Sebentar Saja
  • Perempuan Penyuka Es Teh
  • about Raya (Sudah Terbit)
  • Write the story with you
  • Saya, Awak dan Malaysia Kala Itu
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • Im Momma?    (END)
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)

- TERKADANG, MEMORI IRI DATANG KEMBALI - Untuk kesekian kali, lagi-lagi ayah terus membicarakan Fahmi. Seorang eksekutif muda anak dari salah satu komisaris di PT. Buana Mendata, di mana tempatku dan ayah bekerja. Bila digambarkan, Fahmi memanglah sosok anak muda yang pekerja keras, rupawan dan pintar karena salah satu lulusan universitas di Amerika. Tapi entah mengapa aku belum tertarik kepadanya. Perkenalkan, namaku Clara Wibisana, 27 tahun dan diambang perjodohan oleh ayahku sendiri. Aku sama sekali tidak menyukai cara ayah ini, hingga pada akhirnya di suatu waktu aku memarahi dan memaki ayahku sendiri karena perbuatannya yang membuatku muak. Melepas beban akan perbuatan bodohku itu, aku memutuskan untuk ikut dengan ibu pergi ke desa yang tepatnya ke rumah almarhum eyang. Ibu mempunyai tujuan sendiri, sementara aku, ya tentu saja ingin merelaksasikan diri ini dari kacau balaunya pikiranku. Beberapa hari di sini aku menemukan ketenangan dan juga kenangan, mungkin karena aku sempat tinggal di rumah Eyang ini hingga akhirnya aku pindah. Bahkan suatu memori membekas ketika perjumpaanku dengan salah satu teman masa kecilku, Wendi. Ia mengajakku untuk mengingat segala memori yang tersimpan indah di desa. Hingga akhirnya aku merasakan ada perasaan yang berbeda dariku kepada Wendi. Aku berjanji, sepulangnya aku nanti, aku akan menunjukkan Wendi kehadapan ayah. Bahwa dialah lelaki sempurna untuk hidupku kelak. * Cerita ini sudah diperbarui (31/12/21) Dari tanda baca hingga pengolahan kata. * Cover cerita diperbarui (13/01/22) * Hak Cipta cerita berlaku. * Ikuti terus @imajinerku untuk update cerita terbaru. Ikuti juga instagramnya di (at) imajiner_id

More details
WpActionLinkContent Guidelines