Ninja Kesiangan

Ninja Kesiangan

  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 12, 20224h 22m
Cerita ini bukan fanfic karangan author, melainkan novel yang di karang sama sang penulis utama series Ex-Aid, Yuya Takahashi-sensei. Author disini hanya menerjemahkan seluruh isi cerita dari novel yang masih RAW alias bahasa jepang, karena sampai sekarang masih bisa dibilang sulit buat cari terjemahannya dalam bahasa inggris maupun bahasa indonesia, jadi author inisiatif untuk terjemahin semuanya sendiri. SUWANTO
All Rights Reserved
#57
pahlawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • C | Senja Terakhir Kita
  • Namikaze Minato
  • Conquistador Vol. 2
  • No Other... the story
  • The Sorcerer's Cursed Love (REVISI)
  • Saving Melody
  • Sayap Kembar
  • Kepincut Gadis Kota Pahlawan
  • The Lonely Millionaire Volume 1
  • The Reason We Broke Up

Senja merah jingga menelan langit, tapi Aryan tak sanggup menatapnya. Helena berdiri di tepi balkoni, wajahnya berseri walau tubuhnya kelihatan lemah. "Ary, nanti... kita tengok senja dekat pantai, nak?" suara Helena lirih, cuba kedengaran biasa. Aryan tersengih kecil, menolak dengan nada ringan. "Kau tu sakit, El. Tak payah mengada." Helena mencebik, tapi hatinya bergetar. Dia cuba seloroh, "Kalau ni permintaan terakhir saya, macam mana?" Aryan tersentak, menoleh. "Apa kau cakap ni? Kita bukannya takkan jumpa dah." Diam. Helena menunduk, menahan kaca di matanya daripada tumpah. Dia tersenyum tipis, walau dalam dadanya ada jurang yang tak mampu dijelaskan. Aryan mengusap belakang tengkuk, cuba meredakan suasana. "Kau sihat cepat. Lepas tu baru kita plan tengok senja dekat tepi pantai." Suaranya bersahaja, seolah-olah esok pasti ada. Helena hanya mengangguk. "Kalau awak tahu... Senja di tepi pantai tu... satu-satunya yang tertinggal dalam bucket list saya... Saya cuma nak awak ada sekali. Bukan nanti. Tapi sekarang. Sembuh? Tu cuma dalam cerita fantasi je," hatinya berdesis, meluahkan kata yang tidak mampu meniti di bibirnya. Dia mendongak, menatap langit yang semakin jingga. Senja kali ini terasa lebih dekat, lebih berat, seakan-akan langit sendiri tahu rahsia yang belum pernah terucap. Start: 1st September 2025 End: 22nd September 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines