labuhan terakhir Zahra

labuhan terakhir Zahra

  • WpView
    Lecturas 4
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 12, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Cinta tak bisa mengarahkan kemana hati akan berlabuh. Saat seseorang datang dengan membawa cinta akan timbul rasa keraguan tuk melabuhkan hati padanya. begitulah yang dirasakan oleh Zahra. Rasa cinta kepada lawan jenis yang sangat ia takuti. Karena kisah masa lalu asmaranya yang menorehkan luka membuatnya menjauhi akan kata cinta. Luka pertama pada cinta pertama. Untuk gadis lugu seperti Zahra sangat sulit untuk merasakan cinta pada orang lain. Namun bagaimana dengan cinta terakhirnya? Apakah dengan orang yang sama? Wallahu A'lam. Karena cinta pertama belum tentu menjadi cinta terakhir. Tapi ada kemungkinan cinta terakhir adalah cinta pertama dengan alur yang berbeda. Karena sungguh skenario Allah lebih indah dari apa yang kita bayangkan. Penasaran yuk baca sampai selesai Jangan lupa juga tinggalkan jejak kalian☺️ Jazakumullah Khaira Jaza 🙏🙏🙏
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • ZARAIDEN [End]
  • Bertemu denganmu
  • Imam Untuk ZAHRA [Sudah Revisi]
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Sekat Sebelum Akad [TERBIT]
  • Maaf....
  • Cinta Suci Zahra✓
  • nothing new

"Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang kehilangan, tentang memilih siapa yang nyata, dan siapa yang cuma ilusi." "Kalau cinta itu sederhana, kenapa aku selalu jatuh pada yang paling rumit?" Giza nggak pernah nyangka satu pertemuan bisa membuka pintu masa lalu yang udah lama ia kunci. Tapi ketika satu nama kembali muncul-dengan wajah, rasa, dan kehadiran yang nggak bisa dia abaikan- semua jadi kabur: siapa yang nyata, siapa yang cuma bayang-bayang. Dan ketika hati mulai goyah, Giza harus menelan kenyataan: nggak semua luka bisa sembuh hanya karena kita ingin melupakan. Kadang... yang bikin kita kembali justru luka yang nggak pernah pergi.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido