Sempat Singgah

Sempat Singgah

  • WpView
    مقروء 42
  • WpVote
    صوت 9
  • WpPart
    فصول 4
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: اثنين, أغسـ ٢٢, ٢٠٢٢
Hariku telah pulih walau belum seutuhnya. Setidaknya, sebagian besar luka itu telah membaik. Hingga sebuah pesan masuk dengan nomor yang tidak kukenali. Yang kutahu setelah bertahun tanpa kabar, kamu pulang ke kampung halaman dan kini telah kembali ke kota. Sejak saat itu aku tidak pernah menghadiri acara reuni sekolah. Entah kenapa aku melakukannya. Namun, aku tahu kamu selalu hadir. 'Maafkan aku.' Kata maaf yang kuterima untuk kesekian kalinya. Juga balasan yang selalu terhenti di detik terakhir. Aku tidak tahu apa yang membuatku semakin menjauhkan diri. Batinku semakin membatu. Dan ruang untukmu, kuyakin telah menutupnya dengan baik. Jauh dalam bisikan yang kutenggelamkan, kisah tentang kita belum benar-benar selesai.
جميع الحقوق محفوظة
#61
zain
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • SEPOTONG HATI YANG MENGUKIR DAN TERUKIR
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Segitiga Bermuda
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Lingkaran Zana
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Look At Me ( END )

"Cinta tak pernah meminta izin, tapi pilihan selalu menuntut pengorbanan"--Mozza azna rayla "azna kau sudah tau sejak lama...... aku tak tau kenapa aku harus berada di pilihan sulit ini" kata ahnan putus asa "kakak lebih tau, bakti pada guru itu adalah hal terbaik" kata azna sedikit bergetar dan menahan tangis " tapi aku sama sekali tidak mencintainya" kata ahnan tegas "kakak tau di dunia ini bukan cuma ada rasa, tapi juga ada pilihan" kata azna sedikit pelan " tapi , akuuu....." perkataan ahnan terpotong "kalo memang ini adalah jalan terbaik, aku juga akan ikut senang (tersenyum sayu), assalamu'alaikum kk" azna pergi dengan sedikit berlari kecil sambil menyeka air matanya yg ternyata menetes tanpa perhitungan Langkah kaki Azna menjauh, meninggalkan Ahnan terpaku di tempat. Kata-kata Azna bergema di telinganya, menusuk hatinya seperti sebilah pedang. Jalan terbaik? Senang? Itukah yang dirasakan Azna? Atau hanya sebuah topeng untuk menutupi luka yang sama dalamnya dengan jurang yang menganga di antara mereka? Dia mencintai Azna, cinta yang terpendam, terbungkam oleh rasa bakti dan kewajiban. Bayangan wajah gurunya muncul di benaknya, sosok yang begitu dihormati, yang telah membimbingnya, yang telah memberikan segalanya. Bagaimana mungkin dia bisa menolaknya? perjodohan yang di buat oleh gurunya, Bagaimana mungkin dia bisa mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan? Namun, bayangan wajah Azna, dengan air mata yang menggenang di matanya, lebih menyayat. pilihan yang sulit, dan rasa sakit. Ahnan sesak.di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan. Di antara cinta dan kewajiban, di antara Azna dan gurunya, dia tersesat dalam labirin dilema. Langit di atasnya seakan turut berduka, gelap dan mencekam, mencerminkan keputusasaan yang menguasai hatinya. Apakah ada jalan keluar dari belenggu ini? "Cinta terkadang hadir sebagai pilihan yang menyakitkan, di antara rasa yang tak terucap dan jalan yang tak tertemukan."--Ahnan keylan daneswara

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى