Story cover for Nikah Muda by Fbrhy_msf
Nikah Muda
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Mar 13, 2022
Namaku Adelia Haura, Awalnya hidupku baik baik saja, semuanya berjalan lancar sesuai rencana. sebelum saudara sepupuku hamil dengan pacarnya dan si pria brengsek itu melarikan diri seenak jidatnya.
Menurutku dengan apa yang menimpaku bukanlah hal yang adil bagiku, mengingat aku tidak melakukan kesalahan apapun, tapi papa dan mamaku memutuskan sepihak untuk aku dijodohkan dengan pilihan mereka..

Rasanya menyedihkan sekali harus menikah di usia 19 tahun, hidup bersama dengan lelaki yang tidak dicintai dan memulai hidup baru dengannya.. aku berani taruhan pasti pernikahan ini tidak akan bertahan lama- aku yakin. bukan, bukan mendoakan diriku menjadi janda di usia muda, Tapi MENIKAH_MUDA bukan impian ku apalagi tertulis di list rencana perjalanan hidupku. Aku masih memiliki banyak mimpi dan impian untuk masa depanku. jadi kalau harus menerima predikat janda muda ya aku bisa apa. 

Yukk baca ceritaku dan kisah perjalanan kuu
All Rights Reserved
Sign up to add Nikah Muda to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
One More Time  (GOOGLE PLAY BOOK & KBM APP) by CutelFishy
13 parts Complete Mature
Hanya tersedia di GOOGLE PLAY BOOK & di KBM APP. Sekuel Replacement Of Heart & Feeling Hidupku bagaikan sebuah mimpi. Baru kemarin aku mengenakan gaun pengantin. Keesokan harinya aku malah mengenakan pakaian berkabung. Baru satu hari menikah aku sudah berganti status menjadi seorang janda. Tidak pernah aku bayangkan hidupku semerana ini. Malam pertama pun kandas. Aku mencintainya dengan tulus tapi kenapa Tuhan mengambilnya begitu cepat. Aku dari dulu bercita-cita ingin menikah muda. Nyatanya aku malah menjadi janda muda. Aku menikah dengan seorang duda beranak satu. Istrinya telah meninggal dunia. Anaknya berusia 7 tahun tidak ada yang mengurus setelah mereka pergi. Akulah yang merawatnya kini. Dia tidak punya siapa-siapa selain aku, istri baru ayahnya. Kami sangat dekat dan aku menyayanginya seperti putri kandungku sendiri. Dikampung aku terkenal dengan sebutan 'Janda Kembang'. Risih memang jika mendengarnya tapi aku tidak memperdulikannya. Keluargaku adalah orang terkaya di kampung sehingga tidak ada yang berani membicarakanku. Itu salah satu yang membuatku percaya diri. Meskipun yang kaya orangtuaku, pasti aku akan mendapatkan warisan. Aku tiga bersaudara. Aku anak pertama kebanggan keluarga seharusnya. Entah orangtuaku masih bangga atau tidak belum aku tanyakan lagi. Cantik iya tapi tubuhku memang sedikit subur. Perkenalkan aku Zhavira Prima Khalid, usiaku baru 17 tahun. Dengan pendidikan terakhir hanya lulusan SMA. Aku memutuskan menikah muda dibandingkan melanjutkan pendidikanku dibangku kuliahan. Seorang janda, status yang aku sandang 1 hari setelah pernikahan. Hidup harus terus berjalan apalagi kini aku yang merawat anak Alm. A Rendi. Jihan adalah anak yatim piatu. Entah bagaimana kehidupanku selanjutnya.. Apakah ada pria yang mau denganku seorang janda kembang?
You may also like
Slide 1 of 9
Story of Andika & Alvira cover
Love Suamikkk (END) cover
Orang Biasa cover
Mengikat Hati [✓] cover
My little wife cover
One More Time  (GOOGLE PLAY BOOK & KBM APP) cover
ADEERA cover
PERJODOHAN DI USIA REMAJA cover
Janda dua anak itu, Pacarku! cover

Story of Andika & Alvira

55 parts Complete

[Part tidak lengkap, pindah di dreame] Menikah karena perjodohan tidak pernah ada dikamus Andika dan Alvira. Andika menerima demi orang tua. Alvira menerima demi tantangan misi. Keduanya tak saling mengenal apalagi ada intrik rasa. Lantas bagaimana jalan cerita hidup mereka?? Kenapa harus memilih antara sahabat atau pasangan? pertahankan yang baru dimulai atau yang sudah lama dijalani. tak akan dilema jika FIKIRAN dan PERASAAN sadar dimana cinta terbesar Apa salah jika inginkan seseorang... Yang mau bersama berjuang di segala keadaan -Rafif Andika Herlambang- Bagiku, calon imam, harus yang taat dalam beragama. -Alvira Salsabila Faiz-