A
  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 9, 2022
Aisya, Aletta, dan Ayla adalah 3 sahabat yang bertempat tinggal di sebuah Rumah Susun atau yang sering disebut "Rusun". Mengapa tidak di kost-an saja seperti yang lain? Karena bayaran kost sebulan dibandingkan dengan Rusun, lebih murah Rusun. Mereka bertiga mempunyai hobi yang sama yaitu mendaki gunung. Impian mereka bertiga menjelajahi seluruh gunung di Indonesia, dan jika diberi keberuntungan mereka akan ke gunung luar negeri juga. Menjelajah sambil mencari pengalaman. Namun tiba-tiba di sebuah Gunung, mereka menemukan sebuah keanehan yang ternyata adalah petunjuk takdirnya.
All Rights Reserved
#865
bestie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Kedua
  • Unpredictable Us
  • Lil'sist
  • Teman Kos Dari Neraka [TAMAT]
  • Our Little Home || TXT
  • Just You [COMPLETED]
  • Kakak? [END]

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines