Goresan Rasa

Goresan Rasa

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 15, 2022
[On going] Goresan Rasa merupakan Antologi Karya yang berisi Puisi, hasil karya teman-teman Sastra LPM Pena Muda. *** Seringkali semesta mengujiku, melalui luka yang kuderita Ada yang datang tanpa diminta Adapula yang pergi tanpa bisa kucegah Nestapa dalam hayat - Perasaan *** Hidup adalah perjalanan yang akan usai, dan tinggal, pada garis waktu yang sesuai. Tetaplah hidup pada tulisan, dan rangkailah kisah terbaikmu pada dunia yang akan tetap berjalan, sekalipun tak ada lagi kau di dalamnya. - Goresan Rasa - Copyright© Maret 2022, by LPM Pena Muda.
All Rights Reserved
#3
goresanrasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Goresan Penaku ✔️
  • KIARA [End]
  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Luka Lara Luna || END
  • Seutas Gelabah
  • BAPER {SELESAI}
  • Selaksa Noktah (END)
  • ALTAR RASA | END ✓ |

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines