Love Behind Pain

Love Behind Pain

  • WpView
    Reads 12,687
  • WpVote
    Votes 655
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 21, 2022
WpInfo
Fanfic
Naruto
[Naruto × Omegaverse (A/B/O) × AU] Setelah Perang Dunia III berakhir, semua negara terkhusus negara kecil, Konoha, salah satu negara turunan dari Jepang, terkena imbasnya. Efek nuklir membuat banyak wanita ataupun beberapa laki-laki omega tak bisa mengandung hingga berdampak pengambilan paksa omega yang bersih dari nuklir sebagai 'wadah' penerus (keturunan) untuk memperbanyak populasi manusia. Sasuke Uchiha, pemuda omega 19 tahun harus merasakan menjadi 'wadah' demi melindungi keluarganya dari kekejaman pemerintah. Seorang dokter dari luar negeri datang dengan tujuan tersendiri dan tentu berkaitan dengan Sasuke. Apa yang dokter itu akan lakukan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : See The Future
  • Vampire Boyfriend | (NaruSasu)
  • Revenge or Safe me?
  • My Omega 1 [SELESAI]                               My Baby Big 2 [COMPLETED]
  • Tied to the Past
  • Naruto : Punishment By Branding
  • Balas Dendam (Sasunaru)
  • I Hate You, Dont Leave Me (Tamat)
  • Last Chance

Update Di Usahakan Setiap Hari "Tuan Hokage! Maksudmu, perjalanan waktu?" Minato menatap lelaki tua itu dengan heran di matanya yang berbinar, membuat Jiraiya kecewa. "Aku lupa betapa nerd anak ini." "Itulah satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan kepada Anda saat ini, dengan apa yang telah dijelaskan oleh shinobi, dia dipindahkan ke sini menjelang akhir Perang Ninja Besar Keempat." Tsunade memucat, "F-keempat? Kita masih di urutan ketiga!" Hiruzen bersenandung mengakui, "Saya tahu ini sulit untuk dipahami, itulah sebabnya saya memanggil shinobi yang bersangkutan untuk maju." "Kau boleh masuk, Naruto." Pintu ruang bawah tanah terbuka dan masih memar dan babak belur remaja pirang melenggang ke dalam ruangan. Mata safir mengamati ruangan, emosi menari-nari di sekitar bola saat dia melihat penghuni ruangan. Dia mengenakan jubah rumah sakit putih, satu lengannya tertiup angin kecil yang dipancarkan dari ventilasi di atas kepala, "Hei, Nak." Naruto menatap Tsunade, "Nenek Tsunade!" Dia berseri-seri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines