ALFARASYA  (Hiatus Sementara)

ALFARASYA (Hiatus Sementara)

  • WpView
    Membaca 711
  • WpVote
    Vote 113
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 23, 2022
''Pada akhirnya, tuhan mempersatukan kita dengan cara berpisah'' ~_Farasya Aqilla Salsabila *** '''Kita adalah bentuk cinta yang tak mungkin bersama selamanya'''~Alfath Alfani Narendra *** "Kita tuh nggak seharusnya pacaran sih." Ujar Alfath tiba tiba. "Kenapa kamu tiba-tiba ngomong gitu?" Tanya Rasya, antara bingung dan cemas mendengar kalimat kekasihnya itu. "Kita tuh lebih cocoknya sahabatan, bukan pacaran. Kalo pacaran aku kenapa lama kelamaan bosen ya sama kamu. Tapi kalau sahabatan enggak sih, biasa aja." Degg Mendengar penuturan Alfath membuatnya sadar. Hubungan mereka tidak akan berlanjut kecuali sebagai sahabat. Cinta mereka akan segera berakhir. Bukan, tetapi ia pikir ini sudah berakhir. "Aku mau kita putus." Berakhir. Benar-benar berakhir. Hati Rasya hancur berkeping-keping, ia masih belum mampu mengatakan apapun, mulutnya terasa kelu. Namun kalimat yang Alfath ucapkan setelahnya membuat ia semakin hancur. "Sya, sebenarnya gue sukanya sama Kia." . . .
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#193
haeryu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • [✔] Bittersweet : Jaemin
  • [1] Stranger | Na Jaemin  [REVISI]✔️
  • Rahasia Dibalik Persahabatan
  • GEVRONZ
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • Surat Dimas [TAMAT]
  • Kode Etik Pertemanan [HAECHAN] || TAMAT ✔️
  • Dive Into You (REVISI)

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan