Suatu Hari Nanti...

Suatu Hari Nanti...

  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 13, 2023
Arnas Setahun terpisah. Aku ingin menemuinya. Meminta maaf. Walaupun dulu permintaan maafku pernah ditolak. Tak peduli. Aku ingin meminta maaf padanya. Namun, sayang. Takdir belum mengizinkan kita bertemu. Dua tahun terpisah. Pada waktu libur, kutekadkan hati untuk menemuinya. Namun, sayang. Sebelum sempat aku menemuinya, Mudir Pondokku, memintaku datang lebih awal ke pondok. Tiga tahun terpisah. Kukorbankan kembali waktu liburku demi mencarinya. Meminta maaf. Bertanya sana-sini. Pada akhirnya aku dapati kabar, bahwa dia tak berada dirumahnya selama dua bulan. Kapan aku dapat menemuinya? MUNGKIN SUATU HARI NANTI... Syarifah Aku tahu di jauh sana dia berdiri. Menatap layar ponselnya. Entah apa yg di perbuatnya. Ingin aku menghampirinya. Meminta maaf atas kesalahanku saat itu. Namun, rasa gengsiku mencegahku melakukan itu. Pada akhirnya kuurungkan niat menemuinya. Masuk dalam rumah. Dua tahun lamanya kami tak bertemu. Sosoknya selalu terlintas di otakku. Hatiku terasa kacau dibuat oleh wajahnya. Ingin tidur. Waktu makan. Kenapa selalu dia yg selalu kupikirkan? Hari ini aku bertekad menemuinya. Meminta maaf atas kesalahanku waktu itu. Aku yakin, hari ini, dia berlibur ke rumahnya. Sayang. Saat kaki dan hatiku telah kokoh untuk menemuinya. Kudapati kabar, dia balik ke pondok lebih cepat dari yg kuduga. Tiga tahun terpisah. Sama seperti tahun kemarin. Hatiku telah kokoh ingin menemuinya. Entah apa yg kurasakan saat ini. Jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. Apakah karena aku akan menemuinya? Tidak! Perasaan ini tak akan pernah kubagi pada lelaki mana pun, kecuali suamiku kelak nanti. Aku harap engkau yg sangat ingin kutemui ini. Sepintas perasaan senangku buyar. Tiba-tiba secara mendadak kakekku jatuh sakit. Mau, tak mau, kami harus pergi kediamannya. Entah kapan aku dapat menemuinya? MUNGKIN SUATU HARI NANTI...
All Rights Reserved
#198
bekasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines