Story cover for Obsession  by zia_la
Obsession
  • WpView
    GELESEN 148,386
  • WpVote
    Stimmen 6,886
  • WpPart
    Teile 11
  • WpView
    GELESEN 148,386
  • WpVote
    Stimmen 6,886
  • WpPart
    Teile 11
Laufend, Zuerst veröffentlicht März 14, 2022
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]

El benar-benar gila. Saat melihat wajah Lala untuk yang pertama kalinya membuat El merasakan getaran aneh di hatinya.

El memang bukan laki-laki yang tidak pernah pacaran, mantannya justru berada di mana-mana. Namun belum pernah ada yang membuat hatinya berdebar.

Berbeda dengan Lala, dengan hanya melihat wajahnya saja mampu membuat hati El berdebar, El yakin bahwa gadis itu adalah pujaan hatinya yang sungguh-sungguh.

Keinginan untuk memiliki Lala semakin kuat, hingga tumbuh menjadi obsesi gila. 

-CERITA INI DITULIS HASIL DARI PEMIKIRAN SENDIRI
-CERITA INI DI TULIS BUKAN UNTUK DI PLAGIAT
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie Obsession zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#863el
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
HTS (Hubungan Tentang Status) von Dilandita
28 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.
Amor Eterno  von Sa_ra_da22_620Nakata
5 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
Love Sick von Kolorijoo
6 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
𝐒𝐞𝐫𝐫𝐚 𝐆𝐢𝐬𝐞𝐥𝐥𝐚 𝐀𝐥𝐝𝐞𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧 terkejut bukan main tak pernah ia sangka, laki-laki yang selama ini ia sukai diam-diam justru menyeretnya masuk ke dalam dunia yang gelap dan menyedihkan. Dunia yang penuh dengan obsesi, bukan cinta. 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚 𝐍𝐚𝐫𝐞𝐧𝐝𝐫𝐚, sosok yang selalu terlihat begitu memikat di mata Gisella. Wajah rupawan, tubuh jangkung, tatapan mata elang yang tajam semuanya terlihat sempurna. Tapi ternyata, itu semua hanyalah tipuan semata. Lapisan luar yang membungkus sisi kelamnya. Di balik senyumnya yang datar, tersembunyi pengendali yang siap mengekang siapa pun yang ia cintai. Gisella dulu mengira, menjadi pacar dari laki-laki yang ia kagumi selama bertahun-tahun akan terasa menyenangkan. Ia pikir, cintanya yang diam-diam akhirnya terbalas. Tapi nyatanya, dia salah. Sifat posesif, keras kepala, kasar, dan egois yang dimiliki Alaska perlahan-lahan menghancurkan dirinya. Hingga hidup sehari-hari pun mulai terasa sesak dan penuh tekanan. Yang paling menyakitkan, adalah kenyataan bahwa Gisella masih bertahan. Masih di sisi laki-laki brengsek yang justru merusak harapan-harapan kecil yang dulu ia jaga erat. 𝐁𝐚𝐠𝐢 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚, 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤. 𝐃𝐚𝐧 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐆𝐢𝐬𝐞𝐥𝐥𝐚, 𝐦𝐚𝐤𝐚 𝐭𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐮𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢𝐧𝐲𝐚.
Psychopat [SELESAI] von vanilamilki
32 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
⚠️WARNING!! ⚠️CERITA INI DI PENUHI DENGAN ADEGAN KEKERASAN, KATA-KATA KASAR DAN VULGAR, BANYAK ADEGAN DARAH, TIDAK UNTUK DITIRU⚠️ "Kau harus ku beri hukuman karna kau sudah berani mendekati pria lain!" Katanya dengan tatapan dingin dan memperlihatkan aura gelap yang sialnya itu menambah ketampanannya. "Kau bukan siapa-siapa aku, jadi kau tidak berhak menghukum ku karna aku dekat dengan pria lain!" Tegas gadis itu membuat pria di hadapannya semakin marah. "Sudah berani melawan hm?" Tanyanya penuh penekanan dan tak lupa dengan tatapan nya yang tajam seperti pedang. "Kenapa aku harus takut padamu?" Gadis itu tampaknya memang senang memancing emosi lelaki di hadapannya ini. "Alexandra!" Tekannya dengan emosi yang akan meledak, alexa pun dengan susah payah menelan saliva nya. "Kenapa? Kenapa sikapmu selalu berubah?! Kadang kau memperlakukan ku lembut, tapi kau juga selalu memperlakukan ku kasar seperti hewan peliharaan!" Cecar alexa dengan amarah yang sudah mengepul di kepalanya. "Aku mencintaimu, dan kau...memang peliharaan ku." Ucapnya santai membuat alexa ingin sekali menghajar wajah sombong pria di hadapannya. "Tuan leovano, kau sangat tampan..." Alexa menggantung kalimatnya, "...tapi sayang, kau bukan manusia. Kau adalah iblis!" Leo menyeringai membuat alexa menatapnya was-was takut terjadi hal yang tidak di inginkan, leo terus melangkah mendekati alexa, alexa reflek memundurkan langkahnya hingga membentur dinding. Alexa tidak bisa kabur sekarang, leo sudah berada di hadapan alexa dengan senyuman anehnya dan itu membuat tubuh alexa meremang. "Ya aku adalah iblis, apa kau mau lihat aksi gila ku? Akan ku tunjukan padamu." Ucapnya dengan tertawa bak psikopat membuat alexa merinding. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah alexa akan bisa kabur dari leo? Atau mereka akan saling jatuh cinta? jangan lupa baca yaa , vote dan komennya juga yaa follow akun wp aku jugaa!!
Stay (Away) von hazelaice
64 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
HTS (Hubungan Tentang Status) cover
DARK MAN cover
Amor Eterno  cover
Love Sick cover
Psychopat [SELESAI] cover
TRAPPED BY ERLANG'S LOVE cover
Stay (Away) cover
Rasa yang tertahan(On Going)  cover
BAD SCENE [Completed] cover

HTS (Hubungan Tentang Status)

28 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.