Ravael & Rania [On Going]

Ravael & Rania [On Going]

  • WpView
    Reads 1,260
  • WpVote
    Votes 547
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 11, 2023
"Lama banget sih! Lo pikir di sini gak panas apa!" Bentak Rania dengan kesal. Gimana tidak kesal, Ravael yang berjanji akan menjemput Rania sepulang sekolah jam 1 tapi malah sampainya jam 2. Rania pun terpaksa harus menunggu di bawah teriknya matahari. "Hehe, maaf," ujar Ravael dengan cengiran khasnya. "Mampus lah gue naik angkot aja! Sono lo pulang," ujar Rania ngambek. "Dih yaudah lo tunggu aja sampai hujan turun nggak akan lewat tuh angkot," ujar Ravael lalu pergi meninggalkan Rania. 1 2 3 Dan akhirnya Ravael pun kembali. Tidak mungkin Ravael meninggalkan pacar tersayangnya di bawah sinar matahari yang terik begini. "Udah ayo naik," ujar Ravael final. "gamau!" "yaudah-yaudah aku temenin kamu beli skincare deh, sekalian aku yang bayarin," "Beneran ya, awas bohong gue sunat lo." "iya cepetan naik." Beginilah hubungan antara dua insan ini. Mudah untuk berantem tapi juga mudah untuk baikan. Penasaran? Yuk langsung baca aja! Jangan lupa Vote dan komen ya! Thanks!
All Rights Reserved
#165
berantem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Office Hours Affair (Sudah Terbit)
  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)
  • Cewek Agresif VS Cowok Polos (TAMAT)
  • ETERNITY [END✓]
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  •  CHARIVA SQUAD
  • TERJERAT CINTA TUAN POSESIF (TAMAT)
  • DENDAM SANG CEO (TAMAT)
  • RAISEN
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)

Highest rank #1 KANTOR Highest rank #6 DEWASA Highest rank #3 Indonesia 17/7/2019 Sudah terbit, dan silahkan cek Bab Open PO untuk informasi pembelian. Terima Kasih. Tersedia di google play LANA Tiba - tiba ia menyudahi ciumannya, dan menjauhkan wajahnya sedikit dari wajahku sambil melirik kebawah. "Hari ini pake warna apa?," katanya sambil menarik sedikit kemejaku untuk mengintip. Kutarik dagunya keatas untuk mengarahkan pandangannya kembali ke mataku. " Nakal kamu," kataku sambil tersipu. "Iya, kan cuman sama kamu." Bisiknya didepan bibirku, aku bisa melihat pandangannya berkabut oleh gairah. Entah cuman matanya atau mataku juga sama - sama berkabut, ah siapa peduli. Titiiitt..titiiiitiiiit...dering telepon genggamnya Arfan mengembalikan kesadaranku. Arfan menghentikan sesi make out kami, mengecup lembut hidungku dan menoleh mencari telepon genggamnya yang sepertinya ada di atas mejanya. Aku pun ikutan mencari dimana letak telepon genggamnya, dan nama yang tertera di layarnya membuat jantungku berhenti berdetak. Beberapa part mengandung adegan 21 + Sebagian part sudah dihapus ya, untuk kepentingan penerbitan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines