Story cover for All About Secret Admirer by Azaleacaramel
All About Secret Admirer
  • WpView
    Reads 211
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 211
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Mar 14, 2022
Ku katakan ini bukan lah kisah romansa remaja, bukan kisah semu atau fiksi. Ini kisah ku, tentang bagaimana aku mencintai nya. 

Ketika kalian melihat dan menemukan cerita ini tanpa sengaja, percayalah kalian sedang menemukan Diary seseorang. 

Aku katakan sekali lagi ini adalah "Diary" seseorang, kotak pandora seseorang yang terbuka. Tak ada percakapan hanya ada narasi panjang, yang tak tau kapan usai.

Temani aku, temani aku untuk kuat terus mencintai dia dalam keheningan, dalam kesendirian.

Temani aku, menjadikan diriku lebih baik setiap hari nya, agar aku dapat pantas berdiri di hadapan nya.

Temani aku sampai Tuhan mengabulkan doaku untuk dapat bertemu dan berdiri dengan bangga di hadapannya.
All Rights Reserved
Sign up to add All About Secret Admirer to your library and receive updates
or
#367secretadmirer
Content Guidelines
You may also like
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) by Ayu_Wandira1
31 parts Complete
"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".
You may also like
Slide 1 of 10
Sebatas Angan Senja cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Mentor cover
My Sweetest Popcorn cover
INSECURE (On Going) cover
It HURTS cover
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) cover
Pak Denta Sarange! (On Going) cover
TERJERAT CINTA TUAN POSESIF (TAMAT) cover
ARDILA & DINAR cover

Sebatas Angan Senja

36 parts Complete Mature

Liora Daniela, tidak menduga kisah cinta pertamanya akan berjalan rumit. Pasalnya, gadis berusia tujuh belas tahun itu menyukai salah satu pegawai ayahnya yang berusia sepuluh tahun lebih tua darinya. Dan yang membuat kisahnya semakin rumit lagi, karena pemuda itu sudah memiliki kekasih, bahkan berencana akan segera menikah dalam waktu dekat. Sebagai anak yang sudah biasa mendapatkan semua yang ia mau, tentu saja Liora tidak akan menyerah begitu saja. Lalu, usaha apakah yang akan dilakukan Liora untuk memiliki pria itu? Ataukah ia akan menyerah? Terlebih, saat sang ayah mengetahui apa yang ia sembunyikan. "Kamu adalah patah hati yang tidak bisa aku hindari. Kamu adalah rasa sakit yang tidak bisa aku tolak kehadirannya. Jika memilikimu hanya sebatas angan senja bagiku, maka izinkan aku untuk memelihara kenanganmu dalam sebagian ingatanku."