RAMA & RENA

RAMA & RENA

  • WpView
    Прочтений 277
  • WpVote
    Голосов 79
  • WpPart
    Частей 38
WpMetadataReadЗавершенная история срд, авг. 16, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Bertemu dengan mu telah mengajarkanku banyak hal, bahwa hidup ini indah dengan segala moment yang kita lalui, dengan setiap peran yang hadir atau di paksa hadir di dalamnya. Setiap peran memiliki dialognya masing-masing, dan memiliki andil nya sendiri dalam hidup ini, nikmati dan terima setiap peran yang hadir di hidup kita dengan cara terbaik. Ini sedikit cerita tentang ku, tentang bagaimana aku menerima setiap peran yang hadir dalam hidupku bersama dialog mereka masing-masing. Dan dalam dialog ku kali ini aku bertemu dengan mu. Seseorang yang kehadirannya tak pernah aku duga, tapi mampu membuat hidupku menjadi istimewa, dan meninggalkan kenangan terindah dalam hidupku, selamanya. "Bunga di sana memang cantik, tapi tidak ada yang lebih cantik dari dirimu, bahkan jika di bandingkan dengan seribu tangkai bunga yang ada di taman ini, tetap tidak akan ada yang menandingi cantikmu untuk ku." "Tolong hentikan!" "Tidak! Kali ini kau harus mendengarkan ku." _Mohon perhatiannya, cerita ini murni hasil karya saya sendiri, Jadi, diharapkan untuk tidak ada yang meng-copy dengan cara apa pun. Sekian, terimakasih_ Story by : Diah Triyani
Все права сохранены
#281
story
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • You're Here, But Not For Me
  • My Perfect BoyFriend
  • My Cold Prince
  • AKHIR (tak) BAHAGIA
  • INGKAR
  • Langkah yang Indah
  • GRIZLEN {On Going}
  • psychologycal
  • The Colour Of Our Memory [TCOOM]
  • Her&Lass True Story | AU

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту