Aksara Langit [On Going]

Aksara Langit [On Going]

  • WpView
    LECTURAS 2,289
  • WpVote
    Votos 355
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 3, 2023
• Diary ini untuk mu, Langit, si pemuda pemuja syair dan puisi• Jika aksara adalah simbol visual pada kertas untuk mengungkapkan ekspresif dalam bahasa, maka aku adalah simbol nyata pada hidup mu untuk menjelaskan apa itu cinta dalam hidup. -Langit Aditya Ganendra "Kalau lelah istirahat, bukan malah menyerah." Namun Arkana tau adik nya tidak sekuat itu, ada kala nya sang adik akan mengeluh lelah dan membutuhkan sandarannya, tapi mulut nya selalu berbicara hal yang berbanding terbalik dengan hati nya. "Dan juga ada kala nya manusia lelah, kau tidak bisa membohongi dirimu sendiri, aku tau kau lelah Langit." Langit menggeleng. "Kalaupun aku lelah pasti aku akan menyerah hari ini kak, ada kala nya aku akan lelah tapi tidak sekarang, jika aku lelah aku hanya akan istirahat tidak dengan berhenti." °Baku °Semi baku Picture by ©Harukyu from Pinterest Author note: [ Konten dewasa bukan berarti ada adegan yang mengarah ke hal-hal yang dewasa, ini hanya berisi sosial issue, family issue, adegan kekerasan, bullying, self harm dan mental issue ] [Bijak dalam memilih bacaan]
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • WHO ?
  • IMPERMANENT || Huang Renjun✔
  • JAM 3 SORE
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • 𝐒𝚰𝐍(𝐊) 𝚰𝐍 𝐁𝐋𝐔𝐄
  • Aksara Tak Bertuan
  • Unseen Tears
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Ruang Rasa

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido