Aksara Langit [On Going]

Aksara Langit [On Going]

  • WpView
    Reads 2,309
  • WpVote
    Votes 355
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 3, 2023
• Diary ini untuk mu, Langit, si pemuda pemuja syair dan puisi• Jika aksara adalah simbol visual pada kertas untuk mengungkapkan ekspresif dalam bahasa, maka aku adalah simbol nyata pada hidup mu untuk menjelaskan apa itu cinta dalam hidup. -Langit Aditya Ganendra "Kalau lelah istirahat, bukan malah menyerah." Namun Arkana tau adik nya tidak sekuat itu, ada kala nya sang adik akan mengeluh lelah dan membutuhkan sandarannya, tapi mulut nya selalu berbicara hal yang berbanding terbalik dengan hati nya. "Dan juga ada kala nya manusia lelah, kau tidak bisa membohongi dirimu sendiri, aku tau kau lelah Langit." Langit menggeleng. "Kalaupun aku lelah pasti aku akan menyerah hari ini kak, ada kala nya aku akan lelah tapi tidak sekarang, jika aku lelah aku hanya akan istirahat tidak dengan berhenti." °Baku °Semi baku Picture by ©Harukyu from Pinterest Author note: [ Konten dewasa bukan berarti ada adegan yang mengarah ke hal-hal yang dewasa, ini hanya berisi sosial issue, family issue, adegan kekerasan, bullying, self harm dan mental issue ] [Bijak dalam memilih bacaan]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unseen Tears
  • Aksara Tak Bertuan
  • psychologycal
  • JAM 3 SORE
  • Paradise
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • LENGKARA
  • GILANG
  • Dear Renjun || Nct Dream

Setiap kali melihat ke langit yang cerah itu, aku selalu berandai-andai, "𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘱, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘯𝘨." Kadang aku berpikir, kenapa langit itu bisa terlihat sangat cerah sedangkan aku di sini tidak pernah merasakan cahaya dalam hidupku, sendirian, menyedihkan. Semua pemikiran kelam yang selalu menguasaiku seakan menahan semua cahaya yang seharusnya datang padaku. Harusnya, aku bisa secerah langit itu. Harusnya, aku juga bisa seindah langit itu. Harusnya, aku juga bisa menjadi langit yang menjadi tempat terbang bagi burung-burung lucu itu. Tapi setidaknya, ada satu hal yang bisa aku tiru dari langit, 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Meskipun tangisku tidak seindah hujan. Meskipun tangisku tidak terlihat. ⚠️ Trigger warning: depression, suicidal thoughts.

More details
WpActionLinkContent Guidelines