The Rendezvous

The Rendezvous

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 15, 2022
Tidak selamanya kembali untuk mengulang rasa sakit adalah pilihan yang salah, terkadang bisa jadi kembali adalah takdir kita untuk bertemu jalan yang memang sudah ditulis sejak dulu. Rasa sakit, kecewa, dan amarah yang sulit untuk dihapuskan akan terus melekat di hati apabila kisah itu masih menggantung tanpa ada penyelesaian, mau tidak mau semua orang yang berperan di cerita itu mengharuskan bertemu untuk menyelesaikannya satu per satu, entah ending apa yang akan mereka dapat. Hanya satu yang memang harus ditegakkan bahwa menyelesaikan semuanya adalah jalan yang harus diambil.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aidan & Nara (END)
  • Amour (COMPLETE)
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Me,You and the story we went through.
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Become an Extra or Main Character [END]

STATUS : END. (ADA BEBERAPA YANG AKAN DI REVISI!) KALO MEWEK JANGAN SALAHIN GUA. Aidan, seorang remaja yang menjadikan kata-kata sebagai pelariannya, selalu percaya bahwa menulis adalah cara untuk menjaga kenangan tetap hidup. Namun, ia tidak pernah menduga bahwa tulisannya suatu hari akan dipenuhi oleh cerita tentang seseorang yang datang tanpa rencana-Nara. Awalnya, Aidan dan Nara adalah dua orang asing. Tapi pertemuan mereka di perpustakaan sekolah menjadi awal dari kisah yang menyentuh hati, di mana mereka berbagi sudut pandang berbeda tentang kehidupan. Di antara tawa, percakapan mendalam, dan keheningan yang penuh makna, mereka mulai menemukan kenyamanan dalam kehadiran satu sama lain. Namun, di balik senyum Nara yang hangat, ada rahasia yang perlahan terungkap, sesuatu yang mengubah arah perjalanan mereka. Melalui hari-hari yang penuh emosi, Aidan menyadari bahwa beberapa kenangan tidak bisa dijaga selamanya-tetapi bisa diabadikan dalam kata-kata yang tak akan pernah hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines