Mengikhlaskan Rasa

Mengikhlaskan Rasa

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Akhir-akhir ini langit malam begitu terlihat indah, seolah kegelapan dan kesunyian malam sirna sudah bila kita menengadah ke atas melihat bintang gemintang dan bulan yang hampir membulat sempurna dengan keanggunannya. Menuju bulan ke 14, begitu orang-orang menamai bulan purnama. Dan ada pula sebagian masyarakat Padang yang menyebut bulan purnama itu dengan istilah bulan terang, yang meski pada dasarnya bulan tidak memiliki cahaya namun pantulan bintang sudah cukup untuk meneranginya. Zahrana pun beranjak dari pembaringannya, mengenakan gamis dan kerudung yang bergantung di balik pintu kamarnya kemudian menuju balkon dan mengatur posisi kursi yang ada di sana. Syakira pun mengikuti sahabatnya itu untuk lebih memilih merasakan menghirup udara malam yang terasa agak dingin. "Rana mau minta pertimbangan Syak!" "Pertimbangan apa?" "Kalau sekiranya Rana ga jadi ambil peluang untuk pergi bersama kak Nindyra, kira-kira gimana ya?" "Loh, kok jadi maju mundur lagi Ran? Kemaren kan dah final keputusannya! Kenapa jadi meragu?" *** Buku ini berkisah tentang Zahrana, seorang anak perempuan yang memiliki kecintaan dan rasa tanggung jawab yang besar kepada keluarganya, selain juga sudah memiliki kehidupan sendiri bersama para sahabatnya sejak awal perkuliahannya. Namun karena sebuah cita-cita, maka ia harus meninggalkan segalanya meski harus dengan mengubur cita-cita yang lainnya. Sulit namun harus, berharap takdir terbaik senantiasa mengiringi langkah kakinya. Ikuti kisah lengkapnya dalam novel sederhana ini. _Kuyy, baca dan ikuti setiap kisah dalam novelnya agar rangkaian ceritanya utuh didapatkan_ 😇✊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ketulusan dibalik cadar Zahrana (Slow Update/Ubah Alur)
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Dirgantara
  • BLACK RAINBOW
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Pelangi sehabis hujan
  • tentang sebuah rasa
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • Langit Setitik Cahaya
  • AlkaNara

Gadis itu bernama Zahrana Rida Azzahra, putri bungsu Kiai Raka Narendra Malik dan Nyai Aisyah Humairah Azzahra. Lahir di Jawa, gadis yang akrab disapa Zahra atau Rana ini memiliki dua kakak laki-laki: Narratama Azzam Malik penerus posisi CEO sang ayah yang sudah berkeluarga serta Gus Askara Dirgantara Malik, seorang dosen yang juga telah menikah. Saat ini, Zahra berkuliah di Jakarta mengambil jurusan Desain. Meski berasal dari keluarga terpandang, gadis berusia 19 tahun ini memilih menyembunyikan identitasnya dan kerap kembali menimba ilmu di pesantren milik sahabat Abinya. Ia sama sekali tak ingin diistimewakan. Di balik sosoknya yang tenang dan tersembunyi, Zahra menyimpan trauma mendalam terhadap laki-laki akibat kegagalan asmara yang kerap menimpanya. Di sisi lain, ada Gus Zaydan Al-Hakim Pratama (29 tahun) atau biasa disapa Zaydan maupun Arkanan. Putra sulung Kiai Arga Haidar Ganesa dan Nyai Khanza Az-Zahra ini adalah sosok CEO dingin, dokter psikiater pemilik rumah sakit, sekaligus pengajar di pesantren keluarganya menggantikan Ustadz Jeffry. Zaydan merupakan seorang duda beranak dua (Rayyan Arkana Zafran Haidan dan Ragendra Althaf Al-Hakim) yang hatinya masih terikat pada mendiang istrinya. Tanpa disadari Zaydan, ia dijodohkan dengan seorang mahasiswi muda yang sebenarnya telah lama diincarnya sejak dulu. Suatu hari, cadar Ning Zahrana tak sengaja terlepas. Beruntung, sahabatnya dengan sigap memberikan cadar cadangan, sementara cadar utamanya disimpan secara rahasia oleh sang Gus tanpa sepengetahuan Zahrana. Bagaimanakah kelanjutan kisah Gus Zaydan dalam membimbing dan meluluhkan hati istri kecilnya yang penuh luka trauma?

More details
WpActionLinkContent Guidelines