Diary Ku ,untuk Ayah

Diary Ku ,untuk Ayah

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 28, 2022
WpInfo
Poetry
Tentang ayah, Aku dan ayah adalah dua orang yang gagal, aku gagal membahagiakan ayah sampai hari tuanya, dan ayah gagal menemaniku beranjak dewasa . karena kematian lah pemenang nya . Cerita nyata Maaf typo ,aku cuma ingin cerita dan menyampaikan rasa rindu ,rasa sakit aku ,aku gak berani cerita ke mama aku gak mau dia down ,jadi banyak memendam nya dan menceritakan disini ,kalo gak suka gak papa aku gak maksa sma cerita aku , aku cuma butuh semangat kalian makasih ya yang udah vote dan menyukai dan mengikuti akun aku ,,, Salam dari ku , rhania aku cewek kok ,aku cuma pengen cerita aja
All Rights Reserved
#274
aku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When A Son Lives without Father
  • ÂĶÙ ÅĐĂŁĄH ĐÎŔÍĶÚ
  • Tuhan, Aku Sayang! (TAMAT)
  • Menjadi Pengganti
  • Juan [REVISI]
  • "AKU,KAMU & BULAN FEBRUARI WAKTU ITU
  • AMORA
  • A R S E A N A
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • PERIHAL MENGIKHLASKAN

SUDAH TERBIT TERSEDIA DI BUMI FIKSI & IMAN TRAVELER STORE! Memiliki keluarga utuh adalah harapan semua orang. Terlebih kehadiran sosok ayah, penopang kehidupan, panutan, juga tiang keluarga. Tama, hanya remaja SMA, yang bergelut dengan pencarian jati diri, cinta, cita, di tengah kemelut keluarga yang tak utuh. Kehilangan seorang ayah, sejak laki-laki itu pergi dari rumah benar-benar membuatnya kalut. Perjuangan menjadi anak, ayah, serta kakak bagi adik-adikku tidaklah mudah. Pun, mencari keberadaan sang ayah serta alasan kepergian laki-laki itu adalah hal yang paling berat dan menyakitkan, tetapi tetap harus kulakukan. Kisah ini tentang aku, keluargaku, serta perjalanan penuh makna yang membawaku pada pertemuan-pertemuan penuh kejutan. Aku benci tapi rindu dengan ayahku. Entahlah, apakah itu salah? |copyright©2021, Wahyudi Pratama|

More details
WpActionLinkContent Guidelines