Hatimu Sedingin Antartik

Hatimu Sedingin Antartik

  • WpView
    Membaca 175
  • WpVote
    Vote 33
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Apr 12, 2023
"Apa lagi kau nak Aariz? Cukupla kau tipu aku dengan semua kata-kata manis kau, berani kau jejakkan kaki depan aku lagi?" Marah Afra jijik dengan Aariz. Selepas ditipu mati-matian oleh Aariz,Afra melarikan diri ke negara tercintanya kembali setelah bertahun-tahun menetap di Jepun untuk menyambung pelajaran disana.Kini hati Afra yang kecewa tidak dapat diubati lagi.Namun setelah bertahun-tahun mengubati diri ,Aariz datang mencarinya hanya untuk meminta kemaafannya?. "Mimpi jela kau Aariz!kalau kau ingat aku akan maafkan kau atas apa yang kau lakukan pada aku, kirim salamlah!" Dapatkah Aariz meminta kemaafan Afra setelah apa yang dilakukan olehnya?. Note by author : cerita ni ditulis mengikut imaginasi saya sendiri kalau ada apa-apa persamaan ,tolong maafkan saya kerana itu bukan sengaja .Terima kasih.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#142
islam
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TOPENG
  • Kasih Yang Hilang
  • C | Aiman Ariths
  • Rindu Kita Yang Dulu ✔
  • Ditipu, Untuk Dicintai✔
  • BESTFRIENDS💞
  • ONLY YOU, LOVE - C
  • Precious Wife
  • Psycho Itu Aku Punya
TOPENG

Di sebalik topeng berwajah senyum itu.... Tersembunyi sejuta memori gembira, ngeri, bahagia dan juga derita yang sering menghantui hidupnya. Segala keperitan hidup hanya dia yang tahu. Tekanan hidup, penyeksaan dan depresi yang dialaminya sejak kecil perlahan-lahan membentuk dendam kesumat yang tiada akhirnya. Bermula dengan ibu bapanya sendiri, Ariel terus memburu manusia lain yang dirasakannya melakukan satu kesalahan berat dan akan menghukum mereka. Baginya setiap orang yang melakukan kesalahan harus dihukum. Ya, harus! "Well, Mr. Fadli, I think I've been watching you commiting adultery for long enough and I'm so done with you. Rest in pieces!" Zap! Samurai yang dipegangnya dilibas tepat ke leher Fadli. Kepala yang sudah terpisah dari jasad itu pula bergolek-golek ke arah kaki Ariel. Spontan, kaki Ariel menyepak kepala akauntan muda itu seperti sedang melakukan free kick dalam bola sepak. Langkah kakinya diatur pergi dari situ, meninggalkan lantai yang berlumuran darah dan juga jasad tanpa kepala. Redakah dendam Ariel dengan terus-terusan memburu umat manusia? "I am everywhere, and I am watching you now, waiting for the right time to judge you."- Ariel

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan