The Rules

The Rules

  • WpView
    Reads 34,261
  • WpVote
    Votes 3,736
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 23, 2024
Kaeri Manayaka harus dihadapi dengan kenyataan bahwa teman tidurnya adalah pria yang dijodohkan dengannya. Masalahnya, itu seharunya hanya menjadi one night stand. Satu malam dan saling melupakan. Dia adalah keseluruhan yang aku inginkan, tetapi tidak ingin aku dimiliki. "Kaeri, kita seperti sedang melakukan pertunjukan. Kamu bisa memilah; sebuah theater megah, atau sirkus murahan. Keduanya sama saja dalam keadaan kita saat ini." Kaeri Manayaka masih mengingat jelas bagaimana tunangannya itu tersenyum asimetris sambil memukul bola golf. Sinis dan remeh. Mereka sama-sama tidak saling mencintai. Mereka sama-sama saling membenci. Lahir di keluarga kaya raya secara turun-temurun, menjadi hal biasa dalam perjodohan dan pernikahan di kalangan atas. "Aku tidak mengerti Ryu Chatal Roycechild, kenapa sejak dulu kamu tidak pernah terlihat menyukaiku? Tapi aku rasa, itu adil, sebab aku juga merasakan yang sama, bahkan ketika kamu menyentuhku." "Siapa bilang kalau aku tidak menyukaimu? Aku memang membencimu, tetapi aku menyukaimu." Ryu Chatal Roycechild adalah pria dengan sejuta misteri untuknya. © a-noona tw: erotic scene, mature.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not You Or Me But We (End)
  • I NEED U
  • MY MAFIA! (revision)
  • Posesif Extreme
  • Make It Right
  • Love Is Not Over ✔
  • Without A Heart

[Completed] "Maaf kalau lo nggak suka saat gue buat keputusan sepihak kaya gini,maaf juga kalau sikap gue ke elo berlebihan.tapi disini posisi gue adalah pacar elo,jadi wajar kan kalau gue ngelakuin ini?" kay meneteskan air matanya ia tak kuasa menahan rasa panas yang ada di mata dan hatinya melihat kekasihnya pergi dengan wanita lain tanpa sepengetahuaannya. Dafa masih terdiam melihat gadisnya menitihkan air mata,tanpa berkata kata lagi dafa langsung menarik kay kedalam pelukannya. "Sorry,"bisik dafa lirih. Kay melepas peluksn hangat dafa,ia menatap mata pria itu dengan lekat. " kenapa semudah itu lo minta maaf?apakah se-enggak berarti itukah gue dihidup elo?gue capek,beri gue waktu buat mikir ulang tentang hubungan ini.bye."ucap kay untuk yang terakhir kalinya pada siang itu,air matanya terus mengalir tak tebendung. Ia tidak pernah tahu jika mencintai seseorang bisa sesakit ini rasanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines