I just remember about his dirty mind. Tidak peduli bagaimana kami saling bertamu dengan buruk, pun semakin aku mengingat pertemuan pertama kami yang gila, semakin pula aku menginginkannya. Sampai rasanya aku ingin menjual diri pada dirinya yang bahkan aku sendiri tidak tahu bagaimana kehidupannya. Aku tidak peduli dan tak mau peduli tentang siapa dia, apapun profesinya, dan bagaimana kehidupannya.
Tapi sekarang aku sangat menyesal!
Sialan!
"Bukankah kita hanya sebuah permainan, sayang?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Saling mencintai dalam situasi yang rumit bukanlah keinginan dari Y/N ataupun Park Jimin.
Bukan juga keinginan dari seorang Min Yoongi untuk membenci kekasih dari sahabatnya sendiri