Di Balik Suara Adzan

Di Balik Suara Adzan

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 19, 2022
Aku ta tau siapa yang melantunkan suara adzan yang begitu merdu bagiku, dari sekian banyak nya suara adzan hanya ada satu suara yang berhasil membuat hatiku selalu bergetar . "Maa syaa allah suara adzan ini kenapa merdu sekali." Ucapku pada diri sendiri. "Hayoo Ara mikirin apa tuh." goda arum padaku yang baru datang. Aku dan arum sudah ada janji untuk pergi ke grandmedia sore ini kata nya sih ada novel keluaran baru yang mau di beli. "Ihh arum ngagetin aja ih." ucapku kesel sama arum yang tiba tiba datang tanpa mengucap salam. "Hehe maaf ra, habis kamu dari tadi aku liat ngalamun terus sih." "Hmm." Ntalah rasanya suara adzan itu masih terngiang ngiang di telingaku. Ucapku dalam hati.
All Rights Reserved
#861
cintadalamdiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Masa SMP Ku
  • Aisyah
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • SEGITIGA CINTA
  • Hijrah Cinta Di Sepertiga Malam [END] -> TERBIT
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • hanya untuk bunda
  • tentang sebuah rasa
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Imam dari Sepertiga Malam

Novel ini menceritakan drama kehidupan yang menarik bagi para pemuda, cerita yang menceritakan lika-liku kehidupan seorang gadis, yang menjadikan dia yang dulunya Extrovert sekarang menjadi Introvert *Prolog* "Assalamualaikum" ucap ku sambil membuka pintu ruang rawat Arin "Wa'alaikumussalam" jawab semua orang berada di ruangan, Dengan suara yang parau Dengan sedikit berlari aku menghampiri Arin yang sedang berbaring kaku di tempat tidur rumah sakit "Arin bangun, katanya mau cerita sesuatu sama Ana, bangun yah Rin, tidurnya jangan lama-lama" ujar ku terduduk tak berdaya di samping tempat tidur Arin dengan mata yang berkaca-kaca Dengan spontan aku melihat kearah samping tempat tidur Arin, disitu terdapat alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan garis lurus disertai angka "0" Setelah melihat itu tangisku langsung pecah dan menangis sejadi-jadinya. Disaat itu juga ada yang memelukku dari belakang, lalu aku pun membalikkan badan ku dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Azna "Udah yah Na, ikhlasin Arin, dia udah tenang di sana" ucap Azna berusaha menenangkan ku "Gak gak mungkin, ini cuma bohongan kan , dan ini pasti mesinnya mati" ujar ku sambil terus menangis "Udah tenangin diri kamu dulu yah na" ucap Azna dengan membelai punggungku dengan lembut _Udah segini dulu spoiler nya, dan lanjut ke awal cerita_ _Oya jangan lupa vote yah, supaya aku semangat buat update ceritanya. Makasih♡♡_

More details
WpActionLinkContent Guidelines