Revenge
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 20, 2015
Mengagumi dan menyukai orang yang seharusnya dibenci tidaklah mudah. Apalagi jika kebencian itu mulai nyata. Membangkitkan jiwa yang telah lama tertidur... Ini hanya sepenggal kisah, tentang seorang siswi SMA, ya, Aku, yang mencintai– tidak, aku hanya mengaguminya, dan mungkin sedikit rasa suka pada sahabat baruku. Dia orang yang mengagumkan. Pintar, rajin, mandiri. Bisa dibilang, dialah inspirasiku. Orang yang selalu memotivasiku saat aku terpuruk. Mengubah hidupku yang kelam menjadi taman yang indah. Tapi, saat aku mengetahui kenyataan itu. Aku mulai membencinya. Benci sebenci-bencinya. Aku mulai berpikir untuk melakukan hal buruk padanya. Aku, ingin membunuhnya! Tidak! Tunggu! Aku mulai kehilangan kendali atas 'jiwa' ini!
All Rights Reserved
#16
duajiwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secarik kertas usang
  • Senja dan Angkasa
  • As Time Allows
  • Pengagum Rahasia
  • BENUA
  • Mysterious pond near my school
  • KAPAN MOVE ON?
  • semesta membatu

Aku mendamba pada sosok bidadari jelita yang amat kucinta, sekali lagi akupun mendamba pada malaikat rupawan yang selalu ada saat beban dipundak ini sangat berat. Kerinduan, yang amat dalam. Namun apa daya ini. Kerinduan hanya tinggal kerinduan. Aku pernah bertanya pada bulan ''apakah, disana kalian merindukanku? '' Ah sudah, jangan mendamba, ikhlaskan saja. Rindumu akan sampai dengan doa. Suara hati mengatakan demikian, baiklah aku akan memulai semuanya dengan ikhlas. Kebahagiaan, aku tak pernah tahu apa hakikat kebahagiaan itu yang sebenarnya? Dimulai dari kehilangan, kehilangan, dan kehilangan. Sampai lupa bagaimana rasa bahagia itu. Pada akhirnya, aku dapat melewati ini semua, karena aku tahu. Inilah salah satu caraNya untuk menjadikan kita manusia yang kuat dan tabah, karena dibalik kesedihan ada kamuflase kebahagiaan didalamnya dan begitupula sebaliknya. Detik ini aku kembali mengingat saat-saat bahagia itu. Bidadari jelita, dan malaikat rupawan yang kudamba dan kurindu. Serta dia yang membuat hari-hari di masa SMA ku berwarna, sehingga aku bisa sedikit merasakan kebahagiaan dan melepaskan sedikit rasa sakit dan kehilangan. Akankah dia akan selama nya membersamaiku? Akankah dia adalah yang paling baik menurutNya untukku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines