Sebuah Garis Cinta

Sebuah Garis Cinta

  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 16, 2022
Cinta? Apa itu cinta? Yang ku tau cinta itu menyakitkan,berjaji tapi ingkar, mengatakan menetap tetapi pergi meninggalkan,lantas kenapa semua orang teropsesi dengan cinta? Cintai aku karna Allah, apa artinya? . . . . . Di atas pelaminan ada dua anak manusia yang duduk setelah akad yang digelar di pondok al-Ikhlas yang tepatnya rumah pihak laki-laki. ziyah yang agak guguppun sedikit berbicara dengan lawan bicaranya lebih tepatnya suaminya "eumm.. emang bener kita ini u-udah nikah"tanyanya dengan pertanyaan yang aneh dan laki-laki itupun sedikit menoleh lalu berkata"yahh menurut kamu gimana"jawabnya malah menjawab dengan pertanyaan lagi karna ingin menggoda istrinya yang dimatanya keliatan lucu yang mungkin akan menjadi rutinitasnya"ihh ditanya malah bales tanya gimanasih"lirih Ziyah karna malu diliat banyak orang"lagian kamu tanyanya aneh-aneh baru juga aku selesai ijab kabul udah lupa aja"jawab gus Ilham. "hehe iya maap soalnya yah heran aja gak kepikiran kalau bakal nikah sama orang yang paham agama aja"jawab ziyah, "emang kenapa kalau paham agama? "tanya gus Ilham. ..lanjutan ada di part"yah kalau ada toxicnya dikit mohon maaf emng menyesuaikan dengan hidup yang sesuai dikehidupan dan akan ada pelajaran hidup di cerita"ini mungkin seandainya kurang jelas mohon dimaklumi yahh.. Ambil baiknya buang buruknya makasih ❤🙏. Penulis amatir wkwk
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 10. Saktah
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • married by (not) accident
  • Ning Salwa!
  • Mahardika Raja {On Going}
  • Takdirku menjadi istri gus (Selesai)
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Duhai Habibi [On Going]
  • RADAR KEMBALI [SELESAI]

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan