Pain to Pain

Pain to Pain

  • WpView
    Reads 1,468
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 10, 2022
⚠️Dewasa⚠️ Suli menatap pria jangkung yang baru saja muncul dari balik pintu. Ia susah payah menelan ludah saking gugupnya. Jantungnya bertaluan keras. Pria itu berhenti di sana, menatapnya sedingin es. "Kenapa diam saja, cepat tanggalkan pakaian kamu!" Kaki Suli gemetaran, tangannya juga gemetaran, seluruh tubuhnya gemetar. Dengan sangat perlahan, ia menanggalkan kain di badannya satu persatu, hingga tak menyisakan apa pun. Pria itu berdiri di tempatnya, mengamati, sebelum akhirnya melangkah setindak demi setindak mendekati Suli yang nyaris pingsan.
All Rights Reserved
#208
miskin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Sugar Baby Milik Pak Dosen
  • Caramel Sunset (COMPLETED)
  • WHO ?
  • [End] Behind The Color
  • 90 Days with Devil
  • ILUNGA √
  • The Unwritten Rule [21+]

Aira pernah terpuruk. Cintanya yang terlalu besar pada Evan pernah membuatnya gila ketika pria itu memilih meninggalkannya demi menikahi wanita lain. Dalam masa kelam itu, Aira tidak menemukan sebuh kewarasan selain mati untuk mengakhiri rasa sakit yang selalu mendera jiwanya. Beruntung, orang-orang yang sungguh menyayangi Aira bersusah payah mengembalikan binar ceria di balik netra wanita itu. Tak lain dan tak bukan karena mereka tak ingin lagi menemukan jiwa itu tergeletak tak berdaya menjemput kematian. Aira harus sembuh. Aira harus terlahir kembali. Aira pantas untuk mencecap bahagia dengan pria yang tak sengaja mencintainya tanpa jeda. Semua berjalan sesuai rencana pada mulanya. Namun, semesta sepertinya ingin menguji Aira sekali lagi. Dalam hitungan minggu menuju hari bahagianya, Aira kembali bertemu Evan. Tidak ada yang salah dari pertemuan itu jika saja Evan tidak dengan kurang ajarnya meminta Aira menikah dengan dirinya. Apalagi Evan dengan sengaja mengancam akan menceritakan seberapa jauh kisah cinta yang sudah terjalin di antara keduanya pada calon suami Aira. Lalu, mana yang akan Aira pilih? Masa depan yang tengah sukacita dia sambut atau masa lalu yang kini tengah sukacita menyambutnya kembali? ...................... "Bagaimana kalau aku menceritakan pada calon suamimu itu seberapa keras jeritan kenikmatanmu saat kita mencecap nirwana bersama pertama kali?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines