We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kapan Nikah?

Kapan Nikah?

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Husna Khumaira, seorang gadis sederhana yang sering dijuluki perawan tua karena di umur 30 tahun belum menemukan hilal jodohnya. Dia selalu ditodong pertanyaan klise, kapan nikah? Memiliki trauma yang luar biasa di masa lalu, ditambah dengan divonis menderita sindrom ovarium polikistik. Membuat hidupnya memilih jalan melajang. Husna takut tak akan ada laki-laki yang bisa menerima dengan apa adanya.
All Rights Reserved
#210
kebahagiaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Setelah Menikah
  • Unpredictable Wedding
  • Pengganti  [END]
  • The Scar Healer || SunSun || HIATUS
  • Harsa Husna
  • Luka dan Obatnya
  • WHOLEHEARTEDLY (✓)
  • Normalnya, Ini Tidak Normal (END)
  • 𝐇𝐔𝐒𝐀𝐈𝐍 𝐒𝐔𝐀𝐌𝐈𝐊𝐔 || HIATUS DULU

Kayana Adhigana. Rajata Arya Danadipa, berani sumpah demi apapun kalau pria itu sungguh sangat membenci pemilik nama itu. Perempuan yang tidak pernah ia kenal sebelumnya, tau-tau masuk ke dalam kehidupannya dan secara ajaib menjadi istrinya sekaligus menghancurkan semua mimpi-mimpi besarnya. Ayahnya berkata, bahwa orang-orang seperti mereka ini tidak perlu membesar-besarkan persoalan cinta dalam sebuah pernikahan. Aryadana Ararya juga berpesan kalau cinta itu soal gampang! Cinta bisa datang dengan mudah karena terbiasa. Cukup menikah saja, maka semuanya akan beres. Tapi apa kenyataannya? Setelah menikah dengan Kayana, kebencian pria itu terhadap istrinya kian menggunung. Kian tak terbendung dan tidak bisa disembunyikan bagaikan batuk yang menyerang tenggorokannya, yang tak dapat ia tahan untuk tidak ia muntahkan. Dadanya bergemuruh tiap kali melihat Kayana. Darahnya mendidih setiap kali menjumpai bibir wanita itu mengulas senyuman. Bahkan untuk segaris senyum saja, Raja memerlukan waktu seharian untuk memperbaiki suasana hatinya. Belum lagi ketika ia mendengar Kayana berbicara. Raja tidak akan berhenti memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri, karena ingin menghilangkan suara memuakkan penuh kepalsuan itu dari kepalanya. Sedalam itu kebenciannya terhadap Kayana. Jadi, bagaimana dia bisa jatuh cinta kalau melihat Kayana saja rasanya dia tidak sudi? Akan tetapi seolah belum cukup dengan membuat Raja membenci. Perempuan tidak tahu diri itu, dengan tidak tahu malu meminta sesuatu yang tidak akan pernah bisa Raja berikan. "Saya mohon, Mas. Saya mau punya anak. Mas bisa membantu saya, kan?" Raja geleng-geleng kepala sambil berdecih jijik. Bukankah wanita ini sudah gila? Tunggu. Apakah ada kosakata yang lebih gila daripada kata gila itu sendiri? Sinting! Ya! Wanita ini benar-benar luar biasa sinting! Tapi mengapa Raja tidak suka setelah melihat Kayana hidup baik-baik saja tanpa dirinya? Apakah dia yang mulai sinting? ♡♡♡♡♡♡ Dimulai, 25 April, 202

More details
WpActionLinkContent Guidelines