Permainan Semesta

Permainan Semesta

  • WpView
    LECTURAS 877
  • WpVote
    Votos 375
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 23, 2024
WpInfo
Fanfic
Transformers
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] Dalam cerita ini, kita dibawa ke dunia dua remaja dengan sifat hampir serupa yang tak terduga. Sapta Pradita Megantara, sang leader geng motor Megatron yang mempunyai sifat ceria, petakilan dan super jahil. Tapi jika sudah marah, ia akan terlihat sangat mengerikan dan kejam. Namun di balik semua itu, Sapta memiliki kegemaran aneh, ia tak bisa melewatkan satu hari pun tanpa memakan pisang. Pisang menjadi makanan yang tak terpisahkan darinya. Di sisi lain, Syarla Gracia Anderson, seorang murid pindahan dari SMA Venus, membawa kegemaran yang tak kalah unik. Ia adalah pecinta ikan cupang dan selalu menyertai kegiatan sehari-harinya dengan membawa boneka cupang kesayangannya. Hari pertama Syarla di sekolah barunya ia bertemu dengan Sapta, pertengkaran pun selalu terjadi di keduanya, tapi siapa sangka? Pertengkaran itu semakin membuat mereka dekat dan akhirnya menjalin persahabatan. Konon katanya, persahabatan antara laki-laki dan perempuan mustahil jika tidak melibatkan perasaan lebih? Lalu bagaimana dengan Syarla dan Sapta? Akankah keduanya juga termasuk atau mereka mampu menjalin persahabatan yang murni? *** 📝Note: Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. 📌No plagiat!!! • Start: Senin, 11 Maret 2024 [JANGAN LUPA FOLLOW, VOTE, KOMENT, DAN SHARE]
Todos los derechos reservados
#4
megatron
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • INTO IT
  • Keysa (Terbit)
  • BLACKFIRE [TAHAP REVISI]
  • LEONARA [Sudah Terbit]
  • GISTARA (END)
  • GALLENDRA
  • GARENDRA
  • DAFANDRA Da-Ra (REVISI)
  • RAYAN
  • ALGHAVA
INTO IT

Bagi Azelle Claire Hawthorne, setiap orang memiliki cerita. Dan sebagai seorang jurnalis, tugasnya adalah mendengarkan lalu menuliskannya. Sementara bagi seorang hakim muda, setiap cerita harus didengar, dipertimbangkan, lalu diputuskan berdasarkan hukum. Mereka terbiasa memahami kehidupan orang lain. Ironisnya... Mereka justru gagal memahami perasaan mereka sendiri. Di antara kesibukan, rutinitas, dan pertemuan-pertemuan yang awalnya terasa biasa, keduanya perlahan menjadi bagian dari hidup satu sama lain. Tak pernah ada pengakuan. Tak pernah ada kepastian. Karena mereka sama-sama percaya bahwa masih ada waktu. Sampai suatu hari, diam menjadi jawaban yang sama-sama mereka salah artikan. Dan saat mereka akhirnya menyadari apa yang sebenarnya mereka rasakan... Mungkin semuanya sudah terlambat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido