Tanpa Akhir

Tanpa Akhir

  • WpView
    Leituras 791
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Capítulos 11
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, nov 27, 2025
⚠ Mengandung unsur 17+, 21+ (terdapat adegan kekerasan dan pembunuhan). *** "Yang jauh adalah rindu, yang dekat adalah kematian." Pernah dengar kalimat itu? Lalu, apakah kalimat tersebut benar? ... Setelah semester tiga berakhir, Ava Carter memutuskan untuk berlibur keluar kota, kota yang dulu terkenal sebagai 'Kota Kematian.' Kota yang kini tampak damai dan tenang itu banyak menyimpan kenangan kelam nan terus menghantui di setiap sudut. Meskipun sudah bertahun-tahun sejak kasus pembantaian itu dihentikan, ketegangan masih terasa di udara. Setiap langkah yang diambil, setiap sudut yang Ava lewati, seperti ada mata-mata yang terus mengawasi dari jauh. Suara-suara malam yang dulu dianggap biasa kini terdengar lebih mencurigakan; langkah kaki di sekitar rumah, pintu yang berderit, dan bayangan yang bergerak cepat di sudut pandang. Semakin lama dia tinggal di tempat baru, semakin dia merasa tengah diawasi oleh sesuatu yang tidak terlihat. Dia terjebak dalam sejarah gelap yang belum benar-benar berakhir. •••
Todos os Direitos Reservados
#166
manipulatif
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Payback's Sweet
  • Prince Yaspian; The secret of Yaspian life
  • 17 Days Of: Membunuh Atau Dibunuh [21+]
  • D'TOPENG
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • LITTLE GIRL
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

Payback's Sweet Rasa sakit yang menggores dalam, luka yang tak kunjung sembuh, dan tekanan yang terus menghantui menjadi teman setia dalam hidupnya. Setiap malam diisi oleh bayangan masa lalu yang kelam, setiap pagi diawali dengan tekad untuk membalas penderitaan yang pernah ia alami. Namun, di balik amarah yang menyala-nyala, tersembunyi tanda tanya. Apakah balas dendam akan mengembalikan segalanya? Atau justru menjerumuskannya ke dalam kegelapan yang lebih dalam? Ini bukan sekadar kisah tentang pembalasan, tapi tentang seorang manusia yang terjebak antara keinginan menghancurkan atau kerinduan akan kedamaian. Sebuah kisah tentang luka yang tergores dalam, dendam membara, dan pembalasan yang haus akan kesempurnaan. Hidup dalam dunia yang dimana setiap kesalahan harus dibayar tunai, siapa yang akan tersenyum terakhir? ________ "Dendam itu seperti anggur yang semakin tua-semakin lama disimpan, semakin memabukkan. ketika saat pembalasan tiba, ia tak sekadar pahit, tapi juga... manis." "karena hidup bukan tentang memaafkan, tapi tentang membalas dengan senyum palsu, tipu daya yang sempurna, permainan pikiran, sampai mereka terjatuh dalam lubang yang mereka gali." __________ Setelah membaca harap vote dan komen.❤️👍

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo