Tinta tentang Pena

Tinta tentang Pena

  • WpView
    Reads 577
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 28, 2024
Menurutmu, cowok sama cewek bisa murni sahabatan tanpa ada rasa gak? - Tintania Sabila Anjani, seorang wanita polos yang termakan omongannya sendiri karena jatuh cinta pada seniornya yang gendut. Ternyata Senior yang selama ini ia kira tidak sesuai ekspektasi justru malah memiliki hobi yang sama dengannya, sama-sama menyukai sastra dan puisi dan berujung membuatnya jatuh cinta. Namun dibalik semua itu, ada rintangan dalam kisah mereka. Karena tidak ada kisah cinta yang lurus-lurus saja bukan?
All Rights Reserved
#357
pena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kelly Vannesa
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • INDESTRUCTIBLE [TAMAT]
  • May I Love You?
  • Cinta Itu Polos?
  • Aksara Kita
  • Diam Diam Nikah
  • Enemies in Flames
  • It HURTS

Kelly Vannesa adalah seorang gadis SMA yang pernah memiliki sahabat masa kecil. Semua kerapuhan dan kesepian yang ia alami berawal dari lembah perpisahan hingga membuat jarak antara dirinya dan Nathan Oktavian, sahabat kecilnya. Hingga suatu saat bocah bermata teduh itu datang di saat semuanya tak baik baik saja. Waktu merubahnya menjadi seorang pria. Benih-benih yang lama tertanam di hati Kelly bergerak merekah untuk tumbuh, mekar menjadi cinta. Namun, semua menjadi sia-sia di saat ia terlalu naïf menyebut Nathan adalah cinta. Nathan tak lagi menatapnya sebagai seorang sahabat. Seketika ia hina untuk menyentuhnya. "Kau kutemukan dengan senyum lama yang pernah terlukiskan. Tipis, merdu, dan sukar diartikan. Berbendung rindu yang tak tertahankan atau mengulum untuk sebuah perpisahan." ─Kelly Vannesa "Semua cinta itu sama. Tuhan menciptakan cinta itu hanya satu. Tergantung cinta itu diperuntukkan untuk siapa." ─Nathan Oktavian Semuanya ada batasnya, termasuk persahabatan itu sendiri. Sesuatu yang aku sesalkan, aku melanggar batas itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines