Complicated
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 19, 2022
Disebalik Jendela bercat hijau muda, ditemani secangkir kopi yang usai diminum setengahnya terduduk seorang lelaki muda yg memikul tanggung jawab besar sebagai seorang "Pahlawan" Tentu ia harus menjadi pahlawan, konon musuh yang ia hadapi itu merupakan sosok yang abstrak, tidak terlihat dan memiliki banyak kemampuan hebat. "Apa gue bisa percaya sama seseorang lagi?" Tanya lelaki muda itu pada sesosok bayangan gelap disamping nya. Tak menghiraukan ucapan lelaki tersebut, yang ditanya malah asyik memakan sedikit demi sedikit 'bagian' lelaki itu. Sembari menunggu jawaban, pikirannya terbayang menuju 13 tahun lalu ..... "Nama kamu siapa?" Bocah umur 6 tahun itu bertanya pada manusia di depannya. "Dipo",Ucap anak itu tenang. " Dipo, besok main lagi ya aku udah dijemput ayah" Seraya tersenyum sambil melambaikan tangan. anak itu berlari menjauh. Terukir senyuman Tulus di wajah manisnya. ...... "Kalau gue tau hari itu bakal jadi salah satu faktor bencana terbesar dalam hidup gue, seharusnya gue bener bener ga boleh percaya siapapun" dia sungguh sudah membuat keputusan yang salah, kelak lelaki itu akan menyesali perbuatannya di hari itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rindu
  • False Hopes
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Destroyed (BxB) 2
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • kejar - kookv [sequel dari chase]
  • PAPA BARU UNTUK MAMA ( END ) VKOOK - TAEKOOK
  • Keano
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
Rindu

Maaf.." Hanya kata itu yang bisa Dimas ucapkan Rindu pun hanya diam, dia tidak mau bicara sama sekali dengan cowok jangkung yang duduk di sebelah nya ini "Maaf in gue, gue... gue.. engga sengaja" Dimas mulai menunjukkan wajah sendu nya, penuh rasa bersalah yang mendalam Rindu menutup telinga dengan kedua tangan nya sambil menundukkan kepala ke bawah Sama sekali tidak mau mendengar apa-apa lagi, rindu merasa jijik dan merasa kotor jika dekat Dimas saat ini, rasa trauma itu terus mengguncang jiwa nya "Lo kenapa?" Tak ada sahutan apa-apa dari rindu, hingga tiba-tiba tubuh rindu jatuh lemas menghantam bagian depan mobil Dimas pun kaget dan langsung menepikan mobil nya "Hey .. lo kenapa?" Dimas menepuk-nepuk pipi rindu pelan berusaha menyadarkan rindu yang tiba-tiba pingsan "Rindu" {banyak konflik yang terus bergulir, rindu pun bertemu dengan seorang laki-laki selain dimas yang tiba-tiba hadir dalam hari-hari nya. Mampukah rindu meraih kebahagiaan nya?????}

More details
WpActionLinkContent Guidelines