OverHead OverHeart

OverHead OverHeart

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 24, 2022
manusia adalah makhluk yang sangat tidak dapat ditebak pikiran dan hati nya. Kepala dan hati manusia menjadi penuntun manusia dalam melakukan suatu tindakan. kedua nya penuh dengan gemuruh, yang satu tak habis bertanya, yang satu tak habis merasa. jatuh... bingung.... hati merasa demikian namun pikiran tak membenarkan. pikiran berpikir demikian namun hati menolak dengan perasaan nya. gemuruh yang terus tersimpan... terpendam... tak kuasa ditahan oleh diri dan akhirnya meledak menggerogoti diri. aku adalah luka yang aku ciptakan sendiri. aku adalah bahagia yang ku pilih sendiri. aku adalah tangis dan tawa yang ku biarkan hal itu terjadi. aku adalah langit abu-abu yang bergemuruh diantara matahari yang bersinar cerah. aku adalah hati dan pikiranku. aku adalah aku. sanggupkah kamu menerima seorang aku? _____________________________________________________ cerita ini aku buat dengan judul overhead dan overheart, sama seperti judul nya.. cerita ini akan berisikan hal-hal tentang ke-overthinking-ngan aku dan ke-overfeeling-ngan aku, nggak begitu penting tapi mungkin aja bisa menghibur kalian, mungkin relate dengan yang kalian rasakan ataupun pikirkan. aku sadar nggak semua orang bisa aku jadikan tempat cerita entah itu karena respon yang nggak sesuai dengan yang aku harapkan ataupun emang nggak bisa jadi tempat cerita. jadi aku membuat cerita ini sebagai wadah gemuruh hati dan pikiran aku. buat kalian yang sesama overthinking dan overfeeling (perasa) kayak aku.. aku cuma mau bilang, it's okay kok. kadang nggak semua orang mengerti apa yang kita pikirkan ataupun kita rasakan tapi... perasaan kita adalah hal yang valid yang kita rasakan. gpp Terima aja perasaan yang ada, sedih? sakit? nangis aja gpp. bahagia karena hal kecil, seneng? that's great!. dan pikiran kita adalah sebuah pikiran dan bukan sebuah kenyataan, jangan sering-sering biarin diri kita sakit karena plikiran yang ada di kepala kita sendiri yaaa! :') happy reading🥰🤍
All Rights Reserved
#949
feelings
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Mahligai Sunyi
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Semu [Completed]
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Cahaya Dirimu

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines