Lama
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 16, 2022
Dia yang menuntut hidupnya sendiri, selalu khawatir dengan apa yang ada di depan, berusaha untuk mempersiapkan semuanya agar dia tidak terhempas. Dan dia yang satunya, adalah manusia yang membuat hidupnya mengalir seperti air, semua masalah yang akan datang dia hadapi dengan spontan, takut terhempas namun itulah yang membuat hidup menjadi menyenangkan Lama by Suara Nanti, Maret 2022 ©All Rights Reserved
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • 𝙆𝘼𝙏𝘼 𝙎𝙀𝙈𝙀𝙎𝙏𝘼 ✔ [𝗣𝗿𝗼𝘀𝗲𝘀 𝗥𝗲𝘃𝗶𝘀𝗶]
  • On your day
  • ANANTARA [2HWANG] : SEDANG REVISI TULISAN
  • Biarkan aku yang pergi
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • Kepada Langit [Terbit]

Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines