Her POV (COMPLETED)

Her POV (COMPLETED)

  • WpView
    Reads 4,272
  • WpVote
    Votes 665
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 18, 2024
Dia cantik, tubuhnya molek, rambutnya indah, matanya memukau. Dia berasal dari keluarga terpandang. Sikapnya anggun dan selalu berpakaian dengan santun. Senyumnya ramah, dan semua orang mencintainya. Tapi kemudian, kami menghancurkan dunianya yang gemerlap, hingga gelap pekat. Aku meninggalkannya sendirian di dalam sangkar emas yang tenggelam ke dasar kegelapan. Di sana pun, dia tetap bercahaya. Aku akan menjaganya sebelum orang lain mencuri cahaya itu. Wanita itu ... kira-kira bagaimana dia melihat dunia dengan matanya yang berkilauan itu? Kami, laki-laki, tidak akan pernah tahu.
All Rights Reserved
#16
psycopath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Future (new version)
  • CHANGED [ Completed ]
  • 𝐋 𝐎 𝐓 𝐔 𝐒
  • Broken Trust
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • NICE GUY FanFic 'After and Before' || Chaeki FF
  • Short Story
  • PRETTY.DANGEROUS.SAVAGE {✓}
  • Obsessive Love Disorder ✔️

Mungkin sebagian sudah pernah baca cerita ini dengan nama tokoh lain. Ini bukan aku menjiplak karya orang, tapi ini memang karyaku yang hanya aku revisi aku rombak dan aku ubah nama tokohnya supaya bisa dibaca semua orang. Jadi jangan beranggapan kalau aku plagiat karya orang ya. Kamu bersamaku, jiwamu di dekatku. Tapi kenapa aku tidak tahu semua tentangmu. Aku pikir setelah jauh mengenalmu kamu sudah bisa terbuka kepadaku. Ternyata tidak, seakan banyak rahasia yang kamu sembunyikan. Lalu apakah aku memang memiliki tempat spesial di hatimu atau hanya pengisi kekosongan sementara. Di mana kamu akan pergi jika memang sudah mendapat yang lebih baik dariku? Dan aku hanya sebatas pengganti dia yang ada di masa lalumu? Tak bisakah aku menjadi masa depanmu? Di mana hanya ada kamu dan aku, kita berdua. -Iqbaal Pradipta Seandainya aku bertemu denganmu sebelum aku bersamanya mungkin keadaannya tidak serunyam ini. Tapi aku tidak menyesal karena bagaimanapun juga masa lalu itu memang harus ada. Bukannya aku tak mau jujur, hanya saja aku tidak bisa jika kamu menginginkan hanya ada kita berdua karena aku sudah harus bertanggung jawab pada malaikat-malaikat kecilku. Aku hanya takut jika yang lalu akan terulang lagi dan menyisakan aku yang terpuruk lagi. Selamat datang di masa depanku, yang banyak berisi tentang teka-teki yang mungkin sulit untuk kamu pahami. -Anastasya Lee

More details
WpActionLinkContent Guidelines