ALGALASI || ASAHI

ALGALASI || ASAHI

  • WpView
    Reads 12,903
  • WpVote
    Votes 1,236
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
🚴•• 𝓣𝓮𝓷𝓽𝓪𝓷𝓰 𝓹𝓮𝓻𝓲𝓱𝓪𝓵 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓪𝓴 𝓐𝓴𝓪𝓷 𝓹𝓮𝓻𝓷𝓪𝓱 𝓾𝓼𝓪𝓲 ••🚴 * '𝙳𝚒𝚊𝚗𝚞𝚐𝚎𝚛𝚊𝚑𝚒 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚗𝚊 𝚛𝚞𝚗𝚐𝚞 𝚒𝚝𝚞 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚑𝚊𝚐𝚒𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚝𝚒𝚊𝚙 𝚙𝚎𝚛𝚔𝚊𝚝𝚊𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚑𝚊𝚝 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚖𝚞𝚕𝚞𝚝 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊 ' ~~~𝙰𝚕𝚐𝚊𝚕𝚊𝚜𝚒 𝙳𝚒𝚙𝚝𝚊 𝙰𝚗𝚐𝚐𝚊𝚛𝚊 * ♪♪♪♪♪ " Zar Lo nggak kenapa Napa kan? " Tanya pria itu "Nggak usah sok peduli sama gue" jawab gadis itu terdengar tajam "Gue khawatir sama Lo zar" pekik pria itu terdengar cemas ♪♪♪♪♪ " Zar Kevin bukan cowok baik buat Lo" Tekan Alga penuh keyakinan "Yang bukan cowok baik itu bukan Kevin! Tapi Lo Al! Lo cowok bajingan" sahutnya tajam ♪♪♪♪♪ "Lo punya hati nggak sih? Alga itu perduli sama Lo! Dia lagi sakit aja masih mau khawatirin cewek kayak Lo!!!" Bentak Bimo menunjuk nunjuk wajah Zara dengan emosi "Iya,,,,, sakit jiwa kan? Alga sakit jiwa Bim!!" Gadis itu berdesis menepis jari telunjuk Bimo ♪♪♪♪♪ " Mencintai gue itu kesalahan besar dalam hidup Lo!" "Bukan, mencintai Lo itu anugerah terindah dalam hidup gue" ♪♪♪♪♪ "Lo nggak perduli sama gue zar?" "Sampai Lo matipun gue nggak akan perduli!!!" ♪♪♪♪♪ "Organ gue udah nggak lengkap zar, ginjal dan hati gue rusak" "Al......" ♪♪♪♪♪ "Lo cari alga kan?" "Selamat omongan lo udah di kabulin tuhan!!!" "Alga sakit jiwa---" "----Dia sakit mental" ♪♪♪♪♪ TAHAP REVISI---
All Rights Reserved
#100
asahitreasure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Akala
  • Silent Heart!
  • Because I'm Stupid (End)
  • ALGARES [Hiatus]
  • No Longer Mate
  • dimana janji tersebut
  • BarraKilla
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Sincere (Nara)

Sederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti penjara yang berwujud elegan. Ini tentang rasa yang harus abadi dalam bait aksara, tentang asmaraloka yang menjadi melankolia, dan tentang harsa yang harus menjadi lara. tentang Akala, yang hidup karena dunia belum memberinya pilihan untuk menyerah. "Mati. Aku hanya ingin mati!" Sebaris kalimat yang selalu di lontarkan dalam benaknya. . . . . . . . . . "Apa salah saya ma?" "Salah kamu karena telah lahir ke dunia ini" "Saya tidak pernah meminta di lahirkan, dan saya juga tidak pernah mau untuk di lahirkan. Bahkan kalian tidak pernah menganggap saya hadir di dunia ini" *** "saya suka sama kamu" "tapi kita beda keyakinan, kala" "saya tidak peduli, tuhan itu satu" "tuhan memang satu, kala. tapi, kita yang berbeda" *** "jangan pernah sakit lagi, kal. jangan tinggalin kita" "apa peduli lo semua?!" *** "lo sudah bahagia kan?" "bahagia lo membuat kita sadar kalau ternyata selama ini kita salah menyia-nyiakan sahabat sebaik lo" *** "selamat tidur, matahari ku" Copyright'' allovareyy_ 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines