Epilog
  • WpView
    Lecturas 921
  • WpVote
    Votos 169
  • WpPart
    Partes 43
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jul 24, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Romance Oscuro
Preparatoria
Chico Malo
Kamu adalah epilog disetiap ceritaku. :::: "Kamu cuman perlu waktu satu hari huat hancurin hati aku Le," lirih Hanna mengatakan, tatapannya teduh menatap Halle yang hanya diam. "Sedangkan aku..." Hanna menunduk, satu isakan lolos dalam bibirnya. "Aku perlu waktu ratusan hari buat sembuh dari rasa sakit yang kamu kasih ke aku." Halle hanya diam. Tatapan pria itu semakin lama terlihat sayu. "Hanna--" "Kamu satu-satunya tempat untuk aku pulang, tapi sekarang kenapa kamu gak bisa jadi rumah buat aku Le?" "Halle ini sakit." Sesak Hanna mengatakan. Perlahan jemari Halle menarik Hanna dalam pelukannya. "Tiap kali, kamu nangis karena aku, aku hancur."
Todos los derechos reservados
#53
coconutbook
WpChevronRight
Series

Nirwana

  • Hopeless
    57 partes
  • 43 partes
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Breathe
  • Strong Girl (END)
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • As Time Allows
  • Sejenak Luka
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido