Story cover for Suarasa by coffeenians
Suarasa
  • WpView
    Reads 18,370
  • WpVote
    Votes 3,007
  • WpPart
    Parts 37
  • WpView
    Reads 18,370
  • WpVote
    Votes 3,007
  • WpPart
    Parts 37
Complete, First published Mar 21, 2022
[Sekuel INSPIRASA]

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana orang-orang melanjutkan hidupnya sepeninggal insan terkasih yang tidak akan pernah kembali pulang?

Mereka yang ditinggalkan anak yang paling dibanggakannya, yang menjadi patokan keberhasilan mereka menjadi orang tua.
Mereka yang ditinggalkan kakak yang paling bisa diandalkan, menjadi panutan dalam hal menjalani hidup sebagai seorang anak.
Dan aku yang juga ditinggalkannya. Yang berat menyebutnya sebagai kekasih sekalipun pernah berbagi rasa. Tidak mudah juga mengingatnya sebagai seseorang yang pernah hampir sampai menginjaki salah satu gerbang tahapan hidup meski jalanan yang tidak mulus itu sudah berhasil dilewati bersama.

Mereka yang kelihatannya tidak sakit dan terluka meski apa yang meneduhkan itu roboh menimpa mereka, menyisakan puing-puing yang sulit untuk kembali dibangun. Pun aku yang tampak terlalu sakit dan penuh luka ini, berdarah-darah bangkit dan pergi meninggalkan semuanya, mencari dunia lain untuk bisa kembali pulih.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Suarasa to your library and receive updates
or
#890siblings
Content Guidelines
You may also like
Canvas of Love (Repost) by GaluhCahya8
19 parts Ongoing
Berapa banyak pengorbanan yang harus kujalani demi mendapat pengakuan darimu, Ma? Itulah pertanyaan yang melekat erat, terpaku, begitu dalam di memoriku. Mama yang tidak mau memasukkanku ke dalam dunianya, memilih membuangku demi cintanya kepada keluarga baru, dan menjadikanku pengemis kasih sayang. Segala cara kulakukan agar terlihat pantas baginya, bagi Mama, hingga ajal menjemput. Hatiku beku, segala cinta yang kuharap ternyata sepihak saja. Namun, ada keajaiban lain yang mengirimku ke kehidupan baru. Kepada keluarga baru. Menjalani segala hal yang dulu begitu kudamba. Di sinilah keluarga yang tidak memaksaku memohon sesendok perhatian dan segenggam kasih. Aku tidak perlu mengemis sama sekali. Akan tetapi, segala yang indah pun memiliki akhir. Maut kembali bertandang, membawaku menjauh dari hartaku yang paling berharga. Kupikir aku akan benar-benar dikirim ke dasar kehancuran setelah dipisahkan dari cahaya mentari. Sumber kebahagiaan. Namun, hal aneh terjadi. Aku kembali ke kehidupan pertamaku. Ke neraka yang menempaku sebagai makhluk menyedihkan, manusia yang tidak punya harapan. Kali ini aku takkan bertindak bodoh. Sudah cukup mengemis perhatian Mama. Aku tidak butuh segala pengharapan palsu yang dulu mati-matian kuperjuangkan. Segala yang tidak ditujukan bagiku tidaklah penting. Sekarang aku akan menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak milikku, pilihanku, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh keluargaku di kehidupan kedua. Aku bukan lagi seekor ngengat yang tergoda cahaya di malam hari.
You may also like
Slide 1 of 10
Kue Stroberi Tahun Depan  cover
A Letter to My Sister cover
Welcome Back (Posessive Family) cover
LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )  cover
Canvas of Love (Repost) cover
Kami Tumbuh Dari Ledakan cover
Semua Tentang Kita (STK) ✔️ cover
GLIMMER ✔ cover
Letter of Spring Wind cover
A Decade of Silence [Revisi] cover

Kue Stroberi Tahun Depan

9 parts Ongoing Mature

Di dunia yang tak memberinya banyak alasan untuk bertahan, Arnala Radinka Askara menemukan satu hal kecil yang membuatnya tetap hidup-kue stroberi. Manisnya kue itu menjadi pelarian dari kepahitan rumah yang penuh kekerasan dan luka. Di sekolah, Nala adalah siswi berprestasi di bidang akademik, memiliki satu teman yang setia bernama Lia. Hanya Lia-teman sekolah Nala yang tahu bagaimana rasanya pulang ke rumah yang bukan rumah, menghadapi keluarga yang tak memberinya kasih sayang, banyak ketakutan dan luka. Hingga suatu hari, Adran muncul dalam dunianya-seorang lelaki yang diam-diam telah menyukainya selama lima tahun. Lima tahun menyukai Arnala bukanlah waktu yang singkat, dan dalam lima tahun itu, ia sudah tahu segalanya. Tentang rumah yang tak bisa disebut rumah, tentang kesepian yang Arnala sembunyikan, dan tentang satu hal kecil yang membuatnya tetap bertahan-kue stroberi. Adran tak pernah ragu. Ia tahu ia harus melakukan sesuatu. Tapi bisakah seseorang yang selama ini hanya menjadi bayangan benar-benar mengubah hidup seseorang yang hampir menyerah? Namun, apakah kasih sayang sederhana cukup untuk menyelamatkan seseorang yang telah lama kehilangan harapan? Ketika batas antara bertahan dan menyerah Semakin tipis, akankah Nala memilih tetap hidup? Atau ini hanya kisah tentang seseorang yang sudah terlalu lelah untuk melanjutkan segalanya?