our mental, our treasure.

our mental, our treasure.

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 21, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Broken home, stirck parent, obsessive-compulsive disorder, trust issue, self harm, self talk, toxic relationship, panic atack, depresi, trauma,sosial anxiety,self criticism. Disini aku mau buat cerita tentang mental health, aku mau ngewakilin perasaan kalian yang sekarang lagi ngerasain masalah, yg bikin kalian stress, aku mau nyeritain kehidupan jaman sekarang, tentang banyak nya remaja yang mental nya rusak and aku bakal ngerangkum semuanya jadi sebuah cerita tentang 4 sahabat yang punya masalah tersendiri, mereka bersatu untuk mendapat kebahagiaan dan keadilan. Buat yg mau tau lebih dalam tentang mental health, boleh bgt baca cerita aku yaa! semangaat buat kaliann,perjuangan kalian masih panjang,jgn nyerah dulu yyaa!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Kisah Sepihak
  • Nanti Juga Sampai
  • Pelangi Tanpa Warna | Segera Terbit
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • GADIS LANGIT
  • ON REMEMBERING
  • Let Me Love You Longer
  • Esya {TERBIT}
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines