Azzella
  • WpView
    Reads 2,783
  • WpVote
    Votes 284
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Sun, May 17, 2026
Azzella Anastasya Alexander Putri bungsu keluarga Alexander ini sengaja menyembunyikan identitasnya. Dia terkenal sangat cantik dan pemberani. Dia suka menegakkan keadilan, dan dia sangat membenci yang namanya pembullyan. Karena saat tengah melihat ada orang yang dibully, Zella selalu teringat kepada sahabat masa kecilnya yang sangat dia rindukan. Zella tidak mau hal buruk yang dialami oleh sahabatnya dulu dialami oleh orang lain juga. Memang banyak yang menyukai seorang Azzella, tetapi banyak juga yang tidak menyukainya. Namun Zella tidak terlalu menghiraukan hal itu, asalkan mereka tidak sampai mengusik hidupnya, maka dia akan tetap diam. Selama ini, hanya satu harapan Zella yang belum terkabulkan. Yaitu keinginannya agar sahabat masa kecilnya kembali, entah itu akan terkabul suatu saat nanti atau tidak. Hanya Tuhan yang tau. •Maaf jika ada banyak kesalahan ya... karena ini cerita pertama aku. •Cerita ini hasil pemikiran aku sendiri, kalau ada kesamaan nama orang, atau alurnya itu tidak di sengaja. •Semoga kalian suka, dan mohon dukungan vote dan komen ya guys💐🤍
All Rights Reserved
#21
bestbrother
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Dateline [END]
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Silent Traces by the Sea
  • Be My Wife
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines