Labirin - Aku Yang Terjebak

Labirin - Aku Yang Terjebak

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 20, 2022
Berawal dari circle pertemanan yang berbeda lalu terlibat dalam suatu kegiatan bersama. Carina yang ceria dan yang tidak pernah bimbang akan suatu hal, tiba-tiba berubah menjadi orang yang penuh pertimbangan. namun hal itu membuat orang di sekitarnya menjadi khawatir, karena perubahan itu juga berdampak pada karakter Carina yang semula ceria. "aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, apakah aku harus menyembunyikan atau membuangnya?" - Carina Alba Izumi "tumben Caca tidak mengantar sampai halaman rumah, apa hanya aku yang menyadarinya?" - Arion Haedar Jafar kita tidak akan pernah tau akhir seperti apa yang akan terjadi, hanya takdir yang bisa membawa mereka pada takdir yang sudah ditentukan. tetapi, bukannya manusia bisa merubah beberapa takdirnya jika ada usaha dan kemauan dari diri mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan
  • seandainya dia tau
  • ISTRI RAHASIA
  • The Crazy Wedding
  • COLD LECTURER (REVISI)
  • Hi, Pak Dosen!
  • mistake or destiny?
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Amanda & Bima [TERBIT]
  • Takdir Yang Tertulis [End]

Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐

More details
WpActionLinkContent Guidelines