Story cover for AYAKA by kayasa_43
AYAKA
  • WpView
    Reads 3,948
  • WpVote
    Votes 1,937
  • WpPart
    Parts 18
  • WpView
    Reads 3,948
  • WpVote
    Votes 1,937
  • WpPart
    Parts 18
Ongoing, First published Mar 22, 2022
WARNING🔺
KALO MAU BACA JANGAN LUPA VOTE YA!

Plakk

"Sebenarnya, apa yang kamu inginkan Ayana?" Bentak Wijaya.

"Aku cuman mau bahagia dan melihat bunda kembali ." Lirih Ayana memegang pipinya terasa panas akibat tamparan Wijaya.

Wijaya tertegun melihat sorot mata Ayana yang begitu menyedihkan dan begitu banyak luka di antaranya, tapi tak lama Wijaya menepiskan rasa empati terhadap Ayana. 

"Kebahagiaan tidak pantas untuk kamu pembawa sial! Bahkan istri saya lebih memilih pergi, daripada harus melihat anak yang gak berguna seperti kamu!" hardik Wijaya dan tanpa dia sadari kata-kata itu sangat menusuk mampu menyakiti hati Ayana.

Kini pertahanan Ayana runtuh, air mata sudah tidak bisa di bendung lagi, Ayana membungkukkan badannya untuk bersujud di kaki Wijaya.

"Tolong ayah, untuk kali ini saja izinkan aku bahagia dan bertemu bunda. Sebelum aku pergi tidur abadi."


@KAYASA_43
public start 4 November 2022
REVISI👉👈
BANTU FOLLOW YA🗿
All Rights Reserved
Sign up to add AYAKA to your library and receive updates
or
#6sayangayah
Content Guidelines
You may also like
Bitter Is You || ✔ || by WSkyelrachanun
29 parts Complete
Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan
You may also like
Slide 1 of 10
Bitter Is You || ✔ || cover
ARGANTARA  cover
Everything is Revealed (TAMAT) cover
Ainaya ( End ) cover
Mr. Lecturer [END] cover
DEAR MR.COLD cover
Kanaya & Devano [END] cover
AKSAFA (End) cover
DIVIDED LOVE cover
Setitik Luka Untuk Aya [TELAH TERBIT] cover

Bitter Is You || ✔ ||

29 parts Complete

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan