Cinta Kasih yang Terlalaikan

Cinta Kasih yang Terlalaikan

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 22, 2022
Rasa sedih masih menyelimuti dirinya. Bahkan pernah terbersit keinginan untuk mengakhiri hidup. Namun, dia urungkan demi kedua anaknya. Juga selalu ada sesosok lelaki yang setia memberinya dukungan walau dia sudah merasa berputus asa setiap harinya. Hanya karena rasa cinta yang belum hilang, dia enggan membenahi kehidupannya menjadi seperti sediakala. Lebih suka terbelenggu dengan rasa kehilangan. "Kenapa harus mati? Sekalipun kamu masih hidup aku akan memaafkan mu. Biarpun hati ini terluka jika mengingat semua kepahitan yang kamu berikan." Selalu kalimat itu yang dia ucapkan jika rasa frustrasinya meningkat.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Puing luka
  • Es Batu
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • [EXO ff] Dady Saranghae
  • Dia
  • Maknae's Dried Tears || EXO
  • Is love true for me? (END)
  • Molekul (Cinta)
  • save me

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido