Pelangi Sesudah Badai

Pelangi Sesudah Badai

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 22, 2022
Berusaha bertahan semampunya dengan keadaan yang terus menguji kesabaran. Sampai pada suatu hari, titik kesabaran yang dia pertahankan perlahan goyah sebab pundaknya mulai terasa lelah memikul beban yang begitu berat. Namun, keberuntungan menyertainya. Tuhan telah menghadirkan orang-orang baik yang mau mendengarkan keluh kesahnya, membantu dalam keadaan kesusahan, bahkan sering menghibur dirinya agar kembali tersenyum. Orang-orang baik itu adalah sahabat juga ibunya yang setia mendampingi. Layaknya badai sebelum datangnya pelangi. Orang-orang yang mendukungnya itu seperti pemberi warna yang memberikan kekuatan untuk bangkit. Sungguh Tuhan itu Maha Adil.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tikungunya
  • Jangan Dibaca Sendirian
  • MALA
  • Leyna
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • Fake Smile [End]
  • MIRAGE (Completed)
  • HOME SWEET HOME [SUDAH TERBIT]
  • Kisah kasih di balik mereka.
  • Pelangi Di Matamu

Asa, seorang anak perempuan yang hanya tinggal bersama kakak dan bibinya. Dipaksa hidup dengan berbagai luka. Luka yang mendewasakan dirinya yang sekaligus membawanya mengenal kedua sosok laki-laki tangguh. Dimana masing-masing dari mereka memiliki luka lama yang saling bersangkutan. Luka yang menjadikan sebuah keluarga hancur. Menyisakan trauma yang hanya dapat terobati oleh kasih sayang yang nyata. Kasih sayang dan kenyamanan yang selama ini mereka cari. Seseorang yang dapat saling menyembuhkan luka satu sama lain. Itu yang mereka semua cari. Asa datang dikehidupan mereka sebagai penyelamat. Tapi tunggu, apakah kehadiran Asa benar sebagai penyelamat atau menjadi mimpi buruk baru bagi mereka? Dan apakah Asa juga dapat mengobati lukanya sendiri atau justru semakin melukai dirinya sendiri. Mau tau kisahnya? Jangan lupa read yahh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines